Polres Batu Bantah Datangi Rumah Agung Shinta

BATU, SEJAHTERA.CO – Polres Batu akhirnya angkat suara terkait kabar ada oknum anggota kepolisian mendatangi kediaman salah satu aktivis senior Agung Shinta (67).

Kapolres Batu AKBP Oscar Syamsuddin melalui Kasi Humas Ipda Trimo membantah pihaknya mendatangi rumah warga Jalan Rambutan No 20 Songgoriti, Kelurahan Songgokerto Kota Batu itu.

“Tentang apa yang beredar di media Sosial baik di Tiktok, Instagram, Twitter dan menjadi viral tersebut tidak benar adanya,” kata Ipda Trimo kepada Koran Memo Grup.

Read More

 

Pria yang sedang duduk dengan Agung Shinta pada video yang beredar di media sosial itu menurut Ipda Trimo bukan anggota Polres Batu.

Sebagai informasi, video rekaman Agung Shinta sedang berbincang dengan seorang pria beredar luas di media sosial.

Kabar beredar pria tengah duduk satu meja dan berbincang dengan Agung Shinta tersebut merupakan anggota kepolisian.

 

“Seorang pria yang ada di video viral dan berbincang dengan Ibu Shinta dan duduk satu meja mendengarkan apa yang disampaikan beliau adalah bukan anggota Polres Batu,” ujarnya, Sabtu (09/12).

Kedatangan seorang pria yang diduga mengaku polisi ini terekam oleh video salah satu tamu dari Agung Sintha yang datang ke rumahnya.

“Di tulisan caption atau judul yang beredar di media sosial menyebutkan anggota polisi Polres Batu, padahal kenyataannya tidak ada satupun anggota Polres Batu yang mendatangi rumah Agung Shinta,ini perlu diluruskan,” urainya.

 

Untuk diketahui, budayawan senior asal Kota Batu Agung Shinta viral setelah berorasi pada acara mimbar bebas di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya pada Rabu (06/12/2023).

Pada acara itu Shinta mengisi mimbar bebas bersama budayawan Butet kartaredjasa, Eros Djarot dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Seno Bagaskoro dan Aliansi Mahasiswa Jawa Timur.

“Anggota kami tidak pernah mendatangi rumah Ibu Shinta, Kami Polri tetap netral sesuai arahan Kapolri dalam menjaga dan mengawal demokrasi,” pungkas Ipda Trimo.

 

Namun Shinta sendiri membenarkan ada aparat yang datang ke rumahnya untuk melakukan klarifikasi atas orasinya yang menyinggung netralitas Polisi dan TNI.

Ia bahkan mengakui kesalahannya dan meminta maaf meski ia hanya berniat untuk mengingatkan supaya peristiwa pada tahun 1998 tidak terulang kembali.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor : Irwan Maftuhin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *