Kediri, SEJAHTERA.CO – Berbagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, sejumlah panitia kurban tengah mempersiapkan diri termasuk hewan kurban.
Salah satunya dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri dengan menyiapkan sekitar ratusan hewan kurban untuk disembelih.
Bahkan, proses penyembelihan tersebut akan melibatkan puluhan santri-santri di lingkungan pondok.
Muhammad Abdul Halim, Perwakilan Panitia Qurban Pondok Pesantren Lirboyo mengaku, persiapan pondok pesantren mendekati hari raya idul adha sudah mencapai kurang lebih 90 persen.
Baca Juga :Jadi Biang Kerok Kemacetan, Florawisata Santerra de Laponte Diduga Tak Miliki Izin Lengkap
Pihaknya juga sudah mencari semua hewan kurban jenis kambing, domba, dan sapi dari penjual sesuai dengan persyaratan dan ketentuan.
“Tahun ini ada sebanyak 260 ekor hewan kurban kambing dan sapi. Untuk sapi ada enam ekor,” katanya, Rabu (4/6/2025).
Lebih lanjut Halim menyampaikan, rencana penyembelihan hewan kurban berada di sekitar lapangan dan barat Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo.
Dalam penyembelihan hewan kurban tersebut, pihaknya telah menyediakan tenaga bantu dari santri atau siswa Ponpes Lirboyo sebanyak 70 hingga 80 orang.
Baca Juga :Jadi Biang Kerok Kemacetan, Florawisata Santerra de Laponte Diduga Tak Miliki Izin Lengkap
“Itu tidak menghitung jagal yang kami rekrut para santri, pengurus, dan orang luar,” jelasnya.
Dia mengaku, idul adha tahun kemarin membuat 10 lubang untuk sekali penyembelihan atau 10 ekor hewan kurban angsung disembelih secara bersamaan. Sedangkan, dua lubang sisanya untuk bergantian.
Walau demikian, tahun ini diharapkan lebih banyak lubang karena berhubung idul adha pada hari Jumat pukul 09.00 WIB harus sudah selesai karena setiap pengurusan 1 ekor kambing memakan banyak waktu.
“Sebelum Jumat dipastikan selesai. Kalau selesai semuanya kami belum bisa dipastikan, bisa jadi setelah habis jumatan,” tambah Halim.
Daging-daging kurban, lanjut dia, fokus dibagikan kepada para santri-santri yang tidak mendapatkan daging karena setiap kamar ada yang tidak berkurban.
Baca Juga :Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Njagong Bareng Komite Ekraft
Oleh karena itu, pihaknya meratakan setiap kamar atau setiap santri semuanya harus dapat daging dan keluarga pondok pesantren.
“Kalau memang dagingnya masih sisa, tentu bisa kami bagikan kepada warga sekitar,” ungkapnya.



















