Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sumber Air Kweden Ngasem

Korban saat dievakuasi petugas dan warga di TKP Minggu pagi.
Korban saat dievakuasi petugas dan warga di TKP Minggu pagi.(foto: istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Warga Dusun Kweden, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sumber air desa setempat, Minggu (19/7/2026) pagi.

Baca juga:Pemkab Kediri Siapkan Beasiswa untuk Guru PAUD/TK Selesaikan S1

Korban diketahui berinisial IB (51), warga setempat. Penemuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Ngasem untuk dilakukan evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Read More

Kapolsek Ngasem, Iptu Bambang Supaku, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga yang sedang melakukan kontrol di area pasar yang berada di sekitar Sumber Air Kweden.

Saat berada di lokasi, warga melihat sesosok tubuh mengapung di sumber air. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngasem.

“Mendapat laporan dari warga, kami langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Kediri, Samapta Polres Kediri, dan tim medis Puskesmas Ngasem untuk mendatangi lokasi, melakukan evakuasi, serta memeriksa kondisi korban,” ujar Iptu Bambang.

Petugas  kemudian mengevakuasi korban dan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Dari hasil pemeriksaan medis maupun identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi menduga korban meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumber air. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan keluarga yang menyebut korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes.

Baca juga:Masa Reses DPRD Kabupaten Kediri Dimanfaatkan Menjaring Aspirasi Masyarakat

“Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan unsur kekerasan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan gula darah,” jelasnya.

Menurut informasi keluarga, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Selama ini korban diketahui tinggal bersama saudaranya di Desa Karangrejo.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi karena penyebab kematian dinilai sudah jelas serta tidak ditemukan indikasi tindak pidana.

“Pihak keluarga sepakat tidak dilakukan autopsi. Karena tidak ada unsur kekerasan, jenazah selanjutnya kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Iptu Bambang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *