Produk Beku dan Olahan Pangan Berbasis Protein Hewani Solusi Gizi Tinggi, Ini Kata Ahli Gizi RSUD Mardi Waluyo

Produk Beku dan Olahan Pangan Berbasis Protein Hewani Solusi Gizi Tinggi, Ini Kata Ahli Gizi RSUD Mardi Waluyo
Rochmatul Rizqiyah, S. Gz, ahli gizi RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – “Jangan makan daging yang dibekukan. Gizinya sudah hilang dan rusak”. Perkataan itu yang kerap dilontarkan sejumlah konsumen Ketika hendak membeli daging beku yang dikemas dalam plastik.

Baca Juga :Perajin Kendang Jimbe Terus Bertahan, Heru Susanto: Terkendala Bahan Baku, Sempat Ekspor ke Tiongkok

Baik daging ayam ataupun daging sapi dan lain sebagainya. Termasuk di antaranya makanan olahan kaya protein yang ada tepungnya. Seperti frozen food, tempura, sosis, bakso ayam, scallop atau kerang dan sejenisnya.

Read More

Ya, anggapan itu kerap menghinggapi konsumen. Utamanya disuarakan para ibu-ibu. Bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai doktrin kepada keluarganya agar tak sering mengonsumsi daging beku dan olahan makanan protein tinggi atau frozen food. Padahal, itu hanyalah mitos dan belum tentu benar adanya.

“Iya, memang kita sering mendengar anggapan daging beku gizinya berkurang, bahkan hilang. Anggapan ini salah kaprah,” kata Rochmatul Rizqiyah, S. Gz, ahli gizi RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (19/09/2024).

Baca Juga :Sebanyak 17 Personel Kawal Empat Paslon, Ini Kata Kapolres Tulungagung

Ditemu Koran Memo di ruang kerjanya, ahli gizi jebolan Universitas Brawijaya Malang 2009 ini pun memaparkan seluk beluk makanan beku.

Perempuan berhijab ini pun menjelaskan, daging sayur segar tetap bergizi dan segar seperti sediakala. Itu dengan syarat cara penyimpanannya yang memenuhi standar.

Di antaranya menyimpan di freezer atau lemari pendingin. Nah, saat ini konsumen juga tak perlu repot-repot mengemas. Kadangkala konsumen bisa membeli daging segar di supermarket atau minimarket yang sudah melalui berbagai proses.

Baca Juga :Tiga Pasangan Cakada Kota Batu Ucap Ikrar Pilkada Damai

“Ketika sudah dikemas sudah melalui proses. Jadi Ketika hendak dimasak higienis dan kandungan gizi tak berubah,” kata Perempuan kelahiran 29 Agustus 1987 ini.

Dirinya menjamin kandungan gizi daging ayam, daging sapi atau ikan laut yang dikemas dan disimpan di freezer tak berkurang, karena dibekukan di bawah suhu minus 0 derajat.

Suhu yang dingin dan tempat bersih, tentu menjadi penghalang bertumbuhnya mikroorganisme merugikan kesehatan di dalam daging. Bahkan jika disimpan dalam lemari pendingin bisa bertahan sampai berbulan-bulan.

Baca Juga :Deklarasi Damai, Dua Paslon Wali Kota Blitar Sepakat Tolak Kampanye Hitam dan Hoaks

“Kuncinya disimpan di lemari pendingin. Daging beku bisa bertahan lama dan tetap bergizi,” kata perempuan kelahiran Malang yang kini tinggal di Jalan Ciliwung, Kota Blitar ini.

Perempuan ramah ini memberi tips. Ketika membeli daging ayam atau daging sapi beku dari supermarket, sampai di rumah harus segera dimasukkan ke lemari pendingin. Dan jangan lupa dipisah dengan makanan yang lain.

“Jangan dicampur dengan olahan lain. Khawatirnya mempengaruhi kualitas daging,” jelasnya.

Baca Juga :PT Nugraha Jaya Mandiri Nganjuk Diduga Jual Tanah Ilegal untuk Uruk Tempat Pemakaman Umum

Bagaimana dengan makanan olahan pangan berkadar protein tinggi yang juga tak ada bedanya. Kuncinya terletak pada penyimpanan. Ketika penyimpanan sesuai dengan prosedur, kandungan gizi tetap tersedia.

Apalagi perusahaan produk olahaan makanan protein tinggi seperti frozen, sosis, tempura hingga bakso, juga memiliki cara jitu untuk mengemas produk tetap higienis. Bahkan tenaga pengemasannya juga lebih banyak menggunakan teknologi canggih. Dengan begitu higienis dan tetap bergizi.

“Ya, diakui atau tidak makanan frozen food memang kaya protein. Dan anak-anak suka karena enak,” kata ibu dua anak ini.

Baca Juga :Polres Ponorogo Tugaskan 16 Anggotanya untuk Jadi Walpri Para Paslon

Namun, lanjutnya, konsumen juga perlu hati-hati dalam memilih dan memilih produk olahan pangan kaya protein yang diawetkan. Untuk meminimalkan kejadian yang tak diinginkan terjadi, cek kemasan. Ini penting untuk memastikan produk higienis dan melewati proses yang sehat.

Produk kemasan yang diproduksi perusahaan besar, pasti ada kandungan gizi dan komposisi di balik pembungkus. Itu menjadi acuan. Termasuk di antaranya masa kedaluarsa. Jika tak mencantumkan komposisi atau masa kedaluarsa, harap hati-hati. “Konsumen harus cerdas dalam memilih produk. Yang sudah bermerek dan teruji,” katanya.

Baca Juga :Setiap Paslon Pilkada Kota Batu Dapat 2 Walpri, ini Tugasnya

Pasalnya, di lingkungan sekitar ada produk olahan makanan yang tanpa pembugkus dan dijual sekenanya. Parahnya tanpa dilabeli masa kedaluarsa. “Harus cermat dan pahami gizi,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *