Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Puluhan rumah di Kabupaten Trenggalek rusak terdampak bencana hidrometeorologi. Selain merusak rumah warga, bencana alam itu juga merenggut nyawa seorang warga hingga mengakibatkan tiga orang luka-luka.
Baca Juga :Gerebek Tempat Karaoke, Ini yang Diamankan Petugas Polsek Tembelang Jombang
Puluhan rumah yang rusak itu merupakan rekapitulasi hasil identifikasi dampak bencana alam di Bumi Menak Sopal sebutan lain Trenggalek rentang waktu awal November hingga 3 Desember. Kerusakan puluhan rumah itu terbagi dalam tiga klasifikasi bencana.
Mengutip laporan BPBD Trenggalek, sebanyak 57 rumah mengalami rusak ringan akibat bencana longsor. Sebanyak 3 rumah mengalami rusak sedang disebabkan bencana serupa.
Baca Juga :Sepuluh Perlintasan Kereta Api Berpalang Pintu Dibangun di Tahun 2024
Selain rumah, 3 bangunan sekolah juga terdampak kerusakan dengan rincian 2 rusak berat, sementara 1 rusak ringan.
“Untuk jalan ada dua, rusak ringan dan sedang. Sementara untuk TPJ 1 rusak ringan dan 2 rusak berat. Sementara untuk total peristiwa tanah longsor/gerak sebanyak 59 kejadian,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga :Waspada Setiap Melintas di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu
Untuk bencana banjir, Triadi menyebut ada 13 kali kejadian yang mengakibatkan dua tempat usaha mengalami rusak berat dan sedang.
Sementara untuk cuaca ekstrim ada 25 kali kejadian. Kondisi itu mengakibatkan 1 tempat ibadah rusak ringan, dan 41 rumah dengan kondisi 1 rusak berat.
“Sisanya rusak ringan. Selain itu, dampak cuaca ekstrim itu mengakibatkan tiga orang luka ringan, 1 orang meninggal dunia. Tertimpa pohon tumbang,” imbuhnya.
Baca Juga :Pemkab Trenggalek Upayakan Pemulihan Dampak Bencana Alam
Secara total, dalam kurun waktu November-Desember, wilayah Kabupaten Trenggalek sudah dilanda 115 kali kejadian yang melanda 49 desa di 13 kecamatan.
Triadi menyebut, unsur pentahelix sudah melakukan penanggulangan. Untuk upaya penanganan darurat meliputi pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, seperti pemberian sembako, beronjong, glangsing dan air bersih hingga pengiriman alat berat untuk pembersihan material.
“Untuk upaya pasca bencana, kami melakukan assessment lapangan dengan melibatkan dinas teknis terkait, dilanjutkan dengan usulan rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya.



















