Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 22 rumah warga di Kabupaten Trenggalek mengalami retak-retak. Peristiwa itu terjadi di Dusun Gebang Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan.
Baca Juga :Oknum Perangkat Desa di Jombang Terlibat Penebangan Liar Kayu Jati, Akan Dijual ke Wilayah Sidoarjo
“Rinciannya 20 rumah di RT 45/RW 12 dan sisanya di RT 40/RW 13 serta di RT 46/RW 11,” kata Kapolsek Pogalan, Iptu Rudi Sugiharto, Rabu (6/11/2024).
Rudi menyebut, rata-rata kerusakan rumah warga itu ada pada bagian tembok dan lantai. Mulai dari kerusakan ringan, sedang hingga berat. Meskipun demikian, pihaknya menyebut rumah itu masih difungsikan. “Tidak ada yang mengungsi,” imbuhnya.
Baca Juga :Diduga Terlibat Penebangan Liar di Jombang, Polisi Amankan Oknum Perangkat Desa
Dari keterangan warga, Rudi menyebut awalnya keretakan itu berukuran kecil namun seiring waktu terus bertambah besar, meskipun sudah dilakukan penambalan secara mandiri. Peristiwa itu sudah berlangsung lama.
“Jadi bukan karena hujan beberapa waktu lalu kemudian ada peristiwa itu, namun ini sudah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kerusakan itu. Namun diduga fenomena rumah rusak itu disebabkan oleh tanah gerak. Rudi menyebut, tiga pilar sudah terjun ke lapangan dan melaporkan peristiwa itu.
“Sembari menunggu ahli, kami terus lakukan pemantauan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono mengatakan telah melaporkan peristiwa itu.
Pihaknya menyebut saat ini menunggu hasil kajian yang akan dilakukan tim geologi untuk memastikan penyebab yang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga itu. “Kami menunggu tim ahli untuk memastikannya,” kata Triadi.
Baca Juga :Pasar Murah RSUD Karsa Husada Kota Batu Disambut Antusias Masyarakat
Triadi mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, serta melakukan penambalan lubang retakan secara berkala agar tidak bertambah lebar.
Terlebih saat ini memasuki peralihan musim sehingga retakan itu berpotensi meluas jika tidak ditambal.
“Kami juga lakukan pemantauan berkala bersama instansi terkait lainnya,” tukasnya.



















