Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Setelah lebih dari satu bulan terisolasi akibat putusnya jembatan pada 18 Maret 2025 lalu, ratusan warga Dusun Sumberejo, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo akhirnya bisa bernapas lega.
Ini setelah jembatan penghubung yang roboh akibat banjir kini dalam tahap perbaikan dan progresnya telah mencapai 60 persen.
Perbaikan jembatan darurat ini dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo sejak 27 Maret 2025.
Baca Juga :Mikrolet Modif Ludes Terbakar saat Angkut Gas LPG dan Pertalite di Kota Batu
Diperkirakan, jembatan tersebut sudah bisa digunakan warga mulai minggu ketiga atau keempat bulan Mei mendatang.
“Awal Mei kita harapkan sudah selesai. Nanti baru bisa digunakan penuh di minggu ketiga atau keempat,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/4/2025).
Masun menjelaskan, jembatan yang putus tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi enam RT di wilayah tersebut. Akibatnya, ratusan jiwa terisolasi dan harus melintasi anak sungai dengan risiko keselamatan.
“Sebenarnya ada dua jembatan, tapi yang satu ini akses utama bagi enam RT. Jadi memang vital sekali,” imbuhnya.
Meski bersifat sementara, jembatan darurat ini dibangun dengan spesifikasi yang tetap memperhatikan keamanan. Bahkan BPBD memastikan, konstruksinya mampu bertahan hingga lebih dari lima tahun.
Baca Juga :Pembentukan Koperasi Merah Putih di Ponorogo, Bupati Klaim Seluruh Desa Siap
Lebar jembatan juga diperluas agar bisa dilintasi kendaraan roda empat. “Awalnya lebar jembatan 3 meter, kita perlebar jadi 3,5 meter. Panjangnya tetap 15 meter,” jelas Masun.
Terkait pendanaan, proyek ini menggunakan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) tahun 2025, mengingat sifatnya yang mendesak dan menyangkut hajat hidup masyarakat yang terisolir.
“Sudah disetujui oleh bupati. Karena sifatnya darurat, rekanan kita minta kerja dulu, nanti kita hitung sesuai bukti dan harga kewajaran,” tutupnya.



















