Ratusan Koper JCH Asal Ponorogo Mulai Dikumpulkan, Kemenag: Maju Dua Hari

Ratusan Koper JCH Asal Ponorogo Mulai Dikumpulkan, Kemenag: Maju Dua Hari
Para jamaah saat melakukan pengumpulan koper di Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo sebelum keberangkatan

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Jelang keberangkatan ke tanah suci pada Jumat (16/5/2025), ratusan koper milik Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Ponorogo mulai dikumpulkan di kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo.

Satu per satu koper milik JCH asal Kabupaten Ponorogo ini ditimbang oleh petugas dan diberikan penanda khusus berupa identitas pemilik. Setiap jamaah juga diberikan kuota berat koper maksimal 32 kilogram.

“Batas maksimal koper bagasi itu 32 kilogram. Makanya sudah kita sampaikan ke teman-teman penimbangan, sekiranya mepet 32 kilogram, sebaiknya dikurangi,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Ponorogo, Marjuni. Rabu (14/5/2025).

Read More

“Karena kita tidak tahu timbangan di embarkasi Juanda seperti apa, kalau di sini 32 kiloggram pas, ternyata di sana lebih, daripada bongkar di sana kan lebih baik bongkar di sini,” sambungnya.

Baca Juga :Cegah Premanisme dan Kejahatan Jalanan, Polres Jombang Gencarkan Patroli Sepertiga Malam

Marjuni juga mengatakan jika sebenarnya pengumpulan koper akan dilakukan sehari sebelum keberangkatan. Akan tetapi seiring dengan perubahan jadwal maka dimajukan dua hari sebelum keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Ada perubahan, sehingga jadwal pengumpulan koper maju sehari, dari jadwal keberangkatan pada 16 Mei 2025,” jelas Marjuni.

Jauh sebelum pengumpulan, pihaknya juga telah menghimbau kepada para jamaah untuk tidak membawa barang barang yang dilarang.

Di antaranya tidak diperkenankan membawa senjata tajam (sajam), cairan seperti parfum yang melebihi ketentuan. Selain itu, para jamaah yang membawa rokok diberikan batas maksimal yakin 200 batang.

Baca Juga :Penjualan Sapi Mulai Menggeliat, ini Layanan yang Ditawarkan Peternak di Jombang

“Itu semua sudah kita sampaikan atau kita sosialisasikan kepada para jemaah,” jelasnya.

Marjuni menambahkan, meski koper telah diberikan indentitas pemilik, namun ia tidak mempermasalahkan jika para jamaah menambahkan tanda khusus yang mudah dikenali, namun dengan ketentuan tidak membahayakan dan tidak melebihi berat maksimal.

“Masing-masing jemaah sudah mempunyai inisiatif untuk memberikan tanda khusus di koper bagasi mereka masing-masing. Ada yang memberikan foto pada cover koper, ada tanda khusus lah, dan itu inisiatif mereka,” pungkas Marjuni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *