Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Revitalisasi rumput Stadion Batoro Katong Ponorogo sudah memasuki separuh jalan. Hal ini setalah Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo memastikan jika rumput berjenis Zoysia Japonica sudah selesai ditanam.
Baca Juga :Perbaikan Stadion Supriyadi Kota Blitar Belum Kelar, Laga Arema FC Geser ke Balikpapan (
Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, jika dihitung progres revitalisasi rumput Stadion Batoro Katong Ponorogo saat ini sudah hampir 60 persen dari target.
Rumput berjenis Zoysia Japonica ini diklaim berstandar FIFA, dan sudah mulai ditanam di Stadion Batoro Katong sejak seminggu terakhir. Saat ini sudah memasuki tahap perawatan.
“Rumput berjenis Zoysia Japonicasudah ditanam, ini tinggal perawatan lanjutan serta dilebatkan,” ungkap Judha kepada Koran Memo Grup, Senin (2/9/2024).
Baca Juga :Jumlah Pendaftar CPNS Lingkup Pemkot Blitar Tembus 1.681, 681 Sudah Submit
Judha menambahkan pengerjaan revitalisasi yang dimulai sejak 9 Juli lalu itu, masih sesuai progres. Jika tidak ada kendala maka rumput stadion pasca-revitalisasi bisa digunakan untuk olahraga pada Oktober mendatang.
Nantinya Stadion Batoro Katong hanya akan boleh untuk kegiatan olahraga.B”Jadi untuk hiburan atau yang lainnya tidak boleh, kalau lapangan khusus sepak bola,” tegasnya.
Secara teknis, pekerjaan yang dilakukan yakni pemadatan lapangan. Selain itu, masa pertumbuhan ini menjadi penting karena berdampak pada tingkat kesuburan rumput.
Baca Juga :Seragam Gratis Kora Blitar Didistribusikan ke Siswa
Pihaknya juga akan mengontrak tenaga ahli untuk melakukan perawatan seusai revitalisasi tersebut rampung.
“Anggaran yang kita gunakan untuk revitalisasi rumput tidak sedikit, makanya nanti kita akan menggunakan pihak ketiga yang ahli dalam merawat rumput,” tegasnya.
Dana yang dikucurkan untuk revitalisasi rumput stadion tersebut mencapai Rp 687 juta yang diambil dari kantong APBD kabupaten Ponorogo.
Baca Juga :Sumpah Jabatan 45 Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo 2024-2029
Nominal tersebut belum termasuk barikade atau pagar pembatas agar lapangan tetap steril dari aktivitas selain olahraga.
“Itu hanya rumput saja serta perbaikan drainase air, jadi memang harus dirawat dan dijaga benar benar,” tandasnya.



















