Blitar, SEJAHTERA.CO – Sejak Januari-Februari di 2025, jumlah pasien yang memeriksakan kondisi kejiwaannya cukup banyak. Dalam dua bulan saja, ada 1.047 warga yang mengunjungi poli jiwa di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar.
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami. Dia mengatakan dari ribuan pasien yang memeriksakan kondisi kejiwaannya itu didominasi kaum pria. Persentasenya 58 persen, dibanding Perempuan yang hanya 42 persen.
“Jadi di poli jiwa banyak yang konsultasi. Banyak pula gangguan Kesehatan mental dengan berbagai jenis,” katanya, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga :Jadi Daerah Pertama Terima Baznas Total Rp 4 Miliar, Walikota Bakal Wajibkan ASN Bayar ZIS
Dia menyebut, gangguan mental menduduki peringkat pertama. Gangguan mental ini jenisnya Gangguan Kecemasan Umum atau Generalized Anxiety Disorder (GAD) dengan 178 kasus.
Disusul kemudian, paranoid schizophrenia juga cukup tinggi dengan 78 kasus, diikuti beberapa diagnosis lain. Contohnya seperti gangguan depresi, bipolar, dan gangguan psikotik lainnya.
“Dan ini terdeteksi di poli kami. Dan yang digarisbawahi, banyaknya yang memeriksakan ke poli kami, berarti kesadaran untuk menjaga Kesehatan mental semakin meningkat,” katanya.
Dokter berkacamata ini menambahkan, dalam dunia Kesehatan mental, ada beberapa pemicu seseorang terganggu Kesehatan mentalnya. Pemicunya di antaranya ekonomi. Permasalahan ekonomi menduduki paling banyak, utamanya para suami istri.
Baca Juga :Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkot Batu Tunggu Instruksi Kepastian THR
Ada pula soal tekanan kerja, hingga tuntutan gaya hidup modern yang serba cepat serta tingginya paparan media sosial juga turut memengaruhi kondisi mental masyarakat.
“Dulu kan malu datang ke poli jiwa. Saat ini sudah mulai berubah. Banyak yang memberanikan diri konsultasi ke kami yang menangani dengan profesional,” katanya.
Dia mengatakan, untuk kedatangan pasien pun beragam. Ada yang secara mandiri atau datang sendiri ke poli jiwa, ada pula yang bersama keluarga. Ada pula yang dirujuk dari puskesmas atau lainnya. Dia menambahkan, dalam hal penanganan gangguan mental ada teknik sendiri.
Baca Juga :Puluhan Pasangan Kumpul Kebo di Kos Lowokwaru Malang Digerebek, Ada yang Open BO
Di antaranya menjalani Terapi Kognitif Perilaku (CBT). Dengan CBT pasien mampu untuk mengelola kecemasan, mengatasi pikiran negatif, serta membangun pola pikir yang lebih sehat. “Ada pula pemberian obat-obatan. Tetapi harus atas sepengetahuan dokter,” pungkasnya.



















