Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemerintah desa di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mendirikan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai pusat literasi dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Program ini menjadi upaya nyata meningkatkan kesadaran warga terhadap isu kesehatan, termasuk stunting dan pendampingan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
RDS kini menjadi tempat berkumpulnya berbagai kegiatan kesehatan di desa, salah satunya program unggulan Sahabat Sehat.
Inovasi ini telah berjalan lebih dari dua tahun dan difokuskan untuk membantu keluarga yang memiliki anggota ODGJ.
Program ini juga terintegrasi dengan Posyandu ODGJ yang telah hadir di seluruh desa se-Kecamatan Ngasem.
Baca Juga :PKG untuk Siswa SD, SMP dan SMA Kabupaten Kediri, Dinkes Tunggu Instruksi Pusat
Ketua Sahabat Sehat, Abdul Kamid, yang juga Kepala Desa Kwadungan, mengatakan program ini bertujuan memberikan pendampingan rutin sekaligus mendorong masyarakat agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi persoalan ODGJ.
“Setiap bulan kami keliling ke 12 desa. Saat ini, ada sekitar 30 ODGJ yang aktif mengikuti kegiatan. Kami juga bekerja sama dengan dinas kesehatan, dinas sosial, serta tenaga psikiater dan psikolog,” jelas Abdul Kamid, di kantornya, Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, RDS dan Sahabat Sehat hadir untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Apabila ada kondisi darurat, tim segera merujuk pasien ke fasilitas yang lebih memadai seperti RS Lawang.
“Kolaborasi antara pemerintah, media, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.
Baca Juga :Pemotong Rambut Binaan Dinsos Secara Berkala Akan Potong Rambut Siswa SRMA Kabupaten Kediri
Meski saat ini masih terfokus di Kecamatan Ngasem, program RDS dan Sahabat Sehat diharapkan dapat dikembangkan ke wilayah lain agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat lebih luas.



















