Rumah Terdampak Hujan, Bangunan Tak Layak Huni Dibongkar, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Trenggalek

Rumah Terdampak Hujan, Bangunan Tak Layak Huni Dibongkar, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Trenggalek

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Petugas gabungan melakukan kerja bakti pembongkaran material sebuah rumah di RT 17/RW 06 Kelurahan Ngantru Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Kamis (18/1).

Pembongkaran itu dilakukan karena rumah tersebut sudah tidak layak huni pasca ambruk usai diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (17/1) sore.

Kerja bakti pembongkaran dan pembersihan material itu dilakukan jajaran TNI-POLRI, BPBD serta pihak-pihak terkait lainnya dibantu masyarakat setempat.

Read More

Rumah itu dibongkar karena sudah tidak layak huni sehingga jika tidak dibongkar akan meningkatkan risiko fatalitas jika terjadi kerusakan susulan seiring curah hujan yang kerap mengguyur.

“Bangunannya memang bangunan semi permanen dan sudah tidak layak huni,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono.

Untuk sementara waktu, penghuni rumah itu mengungsi ke rumah pak RT sembari proses penanganan lebih lanjut. Sebab diketahui, Simon (45) yang menempati rumah itu tinggal sebatang kara dan lahan yang ditempati bukanlah lahan miliknya. Tempat itu oleh pemiliknya diperbolehkan untuk ditempati oleh Simon.

“Status penghuni magersari,” imbuhnya.

Selain rumah yang ditempati Simon, petugas gabungan juga membongkar bangunan rumah yang letaknya berhimpitan. Sebab petugas menilai rumah yang juga semi permanen itu sudah tidak layak huni sehingga sewaktu-waktu berpotensi ambruk jika daerah itu kembali dilanda hujan disertai angin kencang.

“Selain evakuasi rumah yang roboh, diisi lain rumah yang berdempetan juga ikut dirobohkan karena kondisinya juga membahayakan,” ujarnya

Sebelumnya hujan disertai angin kencang melanda wilayah itu, sehari sebelumnya mulai pukul 12.30 WIB. Akibat peristiwa itu, sekitar pukul 15.00 WIB rumah yang ditempati Simon ambruk.

Beruntung saat kejadian dia sedang berada di luar rumah sehingga tidak menelan korban jiwa. Selain itu, bangunan yang berhimpitan dengan lokasi yang ditinggali Simon jadi sedikit condong sehingga rentan ambruk.

“Untuk korban jiwa nihil. Kerugian material ditaksir Rp 25 juta,” pungkasnya.

Reporter   : Angga Prasetya

Editor     :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *