Saluran Air Tersumbat Pujon Dilanda Banjir, Satu Pengguna Jalan Terseret Arus

Saluran Air Tersumbat Pujon Dilanda Banjir, Satu Pengguna Jalan Terseret Arus

Malang, SEJAHTERA.CO – Hujan deras yang melanda di wilayah Malang Raya bagian barat yakni di daerah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang membuat saluran air yang ada di Jalan Raya Pujon tepatnya depan Koperasi Susu SAE terjadi banjir, Rabu (29/11).

Bahkan debit air yang meluap ke jalan ini mengakibatkan beberapa pengguna jalan terpaksa berhenti, karena ada yang terseret arus banjir yang deras hingga terjatuh.

Sulaksana (44) warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang mengatakan, wilayahnya dilanda hujan deras dan debit air di saluran air tepi jalan tak mampu menampung sehingga air meluber di jalan raya.

Read More

“Hujan deras dan debit air di saluran air tepi jalan tak bisa menampung, akhirnya air meluber ke jalan dengan deras sehingga akses jalan tidak bisa dilalui, bahkan ada pengguna jalan yang nekat menerjang sampai terseret arus,” jelasnya, Rabu (29/11).

Dengan adanya kejadian ini ,diharapkan pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas di wilayah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

Selain menyeret pengendara, sedikitnya ada 4 rumah yang terendam air luapan sungai baluh setinggi 30 sentimeter.

“Rumah saya tergenang air tinggi nya sebawah lutut, mengakibatkan beberapa ruangan terendam beruntung tidak sampai terseret arus barang-barang seperti karpet dan tempat tidur,” jelasnya Supardi (58) warga setempat , Rabu (29/11).

Dijelaskan jika daerahnya diguyur hujan deras saat pukul 12.00 WIB. Setelah itu reda namun sekitar pukul 13.00 WIB tiba-tiba air dari sungai baluh yang ada di belakang koperasi susu SAE meluber.

“Melubernya sangat cepat , air datang dengan sangat banyak debitnya, sehingga kami terkejut,” urainya .

Sementara itu, Kepala Desa Pujon Lor, Ahmad Sholikin menjelaskan jika sungai baluh ini menerima air dari hulu yang ada di Pandansari.

“Setelah dicek ternyata ada sumbatan berupa limbah bambu yang menutupi jalur sungai tersebut. Saat ini masih menunggu petugas yang akan membersihkan lokasi sungai dari limbah bambu atau barongan,” ungkapnya.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *