Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sapi limousin seberat 1,50 ton di Kabupaten Tulungagung dibeli oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan qurban pada perayaan idul adha mendatang. Nantinya sapi tersebut rencananya akan disembelih di Masjid Baitul Khoir di Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung Tulungagung.
Peternak asal Desa Nyawangan Kecamatan Ngantru Tulungagung, Agus Prasetyo mengatakan, pihaknya tidak menyangka salah satu dari ratusan sapi miliknya dibeli Presiden Prabowo Subianto. Dimana sapi yang dibeli itu berjenis limousin dengan berat total perhari ini mencapai 1,50 ton dan berusia 4 tahun.
Diketahui, Agus sendiri sudah memelihara dan membesarkan sapi tersebut sejak usia 2 tahun saat masih powel satu dari salah satu peternak sapi asal Kabupaten Trenggalek. Semenjak dibeli, sapi tersebut tidak pernah sekalipun sakit, sehingga selama menjalani program penggemukan cenderung nurut dibanding sapi lainnya.
“Sapi ini saya beri nama Bejo, sejak saya beli tidak pernah rewel sekalipun dibanding sapi lainnya. Kalau sapi saya yang lain, kadang ada masalah kakinya bengkak, kalau berdiri harus diangkat, sedangkan si Bejo ini tidak,” kata Agus Prasetyo, Senin (2/6/2025).
Baca Juga :Polres Lamongan Bergerak Selidiki Grup Gay Viral
Selama program penggemukan, ungkap Agus, Bejo selalu diberi vitamin setiap dua bulan sekali agar kesehatan sapi berjenis limousin tersebut tetap fit dan terjaga. Mengingat untuk pemberian makanannya sendiri, pihaknya tidak membedakan dengan sapi lainnya yakni diberi makan konsentrat dan ampas ketela.
Menurut Agus, baru tahun ini sapi hasil penggemukan miliknya ini dibeli oleh pemerintah dan bahkan langsung dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk nantinya disumbangkan kepada masyarakat. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto membeli sapi tersebut seharga Rp 99,5 juta dan sudah dibayarkan.
“Baru kali ini sapi ditempat saya dibeli oleh pemerintah. Mudah-mudahan sapi yang dibeli ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, mengingat tujuannya untuk dijadikan qurban nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tahap akhir kepada sapi tersebut. Sesuai hasil pemeriksaan, diketahui jika sapi tersebut dinyatakan sehat.
Diketahui, sapi tersebut awalnya memiliki berat 1,45 ton dengan lingkar dada 236 centimeter, tinggi badan 149 centimeter dan panjang badan 171 centimeter. Dimana sapi tersebut sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan sesuai petunjuk teknis oleh Presiden, dimana sapi harus sehat berat badan minimal 800 kilogram.
“Sapi ini awalnya memiliki berat badan 1,45 ton, dan sekarang sudah naik 5 ton menjadi 1,50 ton. Sedangkan kriteria awal yang ditetapkan, sapi harus memiliki berat minimal 800 kilogram,” kata drh. Turus Sumaryani.
Dengan berat itu, ungkap Tutus, pihaknya memperkirakan jika sebanyak 60 persen dari total berat sapi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk menjadi daging qurban. Hal itu berarti, diperkirakan daging qurban yang bisa dihasilkan dan dimanfaatkan oleh sapi tersebut nantinya bisa mencapai sebanyak 600 kilogram.
Menurut Tutus, sapi tersebut nantinya disumbangkan oleh Presiden kepada masyarakat Tulungagung, sehingga sapi tersebut juga akan disembelih di Tulungagung. Dalam hal ini, Bupati Tulungagung juga sudah menentukan lokasi penyembelihan sapi tersebut yakni di Masjid Baitul Khoir Kecamatan Bandung.
“Kemarin bapak Bupati Tulungagung sudah menentukan lokasi penyembelihan sapi ini, dimana sapi tersebut akan disembelih di Masjid Baitul Khoir Kecamatan Bandung,” tutupnya.



















