Sapi Jumbo Asal Jombang Terpilih Jadi Kurban Presiden, Bobot Hampir 1 Ton

Fauzi Hariyanto (43), seorang peternak asal Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang saat memperlihatkan sapi jenis cross limosin bernama 'Sumber' yang terpenting menjadi sapi bantuan presiden (Banpres) untuk Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Selasa (26/5/2026) siang. (foto: taufiqur rachman)
Fauzi Hariyanto (43), seorang peternak asal Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang saat memperlihatkan sapi jenis cross limosin bernama 'Sumber' yang terpenting menjadi sapi bantuan presiden (Banpres) untuk Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Selasa (26/5/2026) siang. (foto: taufiqur rachman)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Senyum sumringah terpancar dari wajah Fauzi Hariyanto (43), peternak asal Dusun Balongkebek, Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Pasalnya, sapi jenis cross limousin miliknya yang diberi nama “Sumber” terpilih sebagai sapi bantuan presiden untuk Hari Raya Idul Adha 2026.

Baca juga:Konfercab HMI Jombang ke-31, Alumni Tekankan Arah Baru dan Nalar Kritis

Tak tanggung-tanggung, sapi berpostur jumbo tersebut dibeli pihak Istana dengan harga mencapai Rp100 juta. Fauzi mengaku telah merawat “Sumber” secara intensif selama sekitar dua setengah tahun hingga mencapai ukuran besar.

Read More

“Terakhir timbangan 956 kilogram. Usianya kurang lebih tiga tahun. Dulu belinya dari Pak Sumber, makanya dinamakan Sumber. Asalnya dari daerah sini, tetangga kampung. Saat dibeli usianya lima bulan,” ujar Fauzi saat ditemui di kandangnya, Selasa (26/5/2026).

Proses pembelian sapi ini berawal dari seleksi tim kepresidenan melalui Dinas Peternakan Kabupaten Jombang. Fauzi bersyukur sapinya terpilih setelah melalui serangkaian tahapan penilaian. Dalam perawatannya, “Sumber” menghabiskan pakan hingga 15 kilogram per hari.

“Petugas dinas awalnya datang mengecek ke kandang, lalu diajukan dan diseleksi mulai dari tinggi badan, panjang tubuh, fisik, hingga kesehatan. Bobotnya sekarang hampir 1 ton, tinggi badan mencapai 165 sentimeter, dan panjang tubuh lebih dari dua meter,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, drh. Azis Daryanto, menjelaskan proses seleksi sapi bantuan presiden dilakukan secara ketat, baik dari segi fisik maupun kesehatan hewan.

“Seleksi diawali dengan usulan dari petugas lapangan. Setelah itu dilakukan seleksi terbatas dengan mengambil dua hingga tiga kandidat terbaik,” terangnya.

Baca juga:Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Jombang Dipantau Ketat di Tengah Suhu Ekstrem

Tahun ini, perwakilan terpilih berasal dari Kecamatan Gudo, setelah tahun sebelumnya dari Kecamatan Jogoroto dengan sapi bernama “Pedrosa”. Azis menyebut sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya umur cukup, bobot minimal 900 kilogram, serta kondisi kesehatan yang prima.

“Sapi Sumber, alhamdulillah, tiga minggu lalu timbangannya 956 kilogram. Kami juga meninjau riwayat kesehatan, termasuk vaksinasi terhadap penyakit seperti PMK, LSD, dan SE. Hasil pemeriksaan fisik dan klinis terakhir pada (21/5/2026) semuanya normal,” ungkapnya.

Dari dua kandidat terkuat, satu sapi dari Kecamatan Ploso kalah unggul dari sisi kesehatan, meski memiliki bobot dan usia hampir sama. Dengan keunggulan tersebut, “Sumber” akhirnya terpilih dan siap dikurbankan pada Idul Adha.

“Rencananya penyembelihan sapi bantuan presiden Idul Adha 2026 ini akan dilaksanakan di Masjid Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, sesuai usulan Pemkab Jombang,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *