Satlantas Polres Blitar Jamin Biayai Sekolah hingga Lulus ABG Viral Gara-gara Minta Bantuan Polisi, Ini Latar Bekakangnya

Satlantas Polres Blitar Jamin Biayai Sekolah hingga Lulus ABG Viral Gara-gara Minta Bantuan Polisi, Ini Latar Bekakangnya
Sanidi, Nur Esa dan KBO Satlantas Polres Blitar Kota Ipda Supriyadi. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Wajah Nur Esa Anastasya berbinar-binar. Keinginan untuk bisa melanjutkan sekolah lagi akhirnya terwujud.

Baca Juga :Lanud Iswahyudi, Izinkan Wilayah Penerbangannya Dilalui Pesawat dari Bandara Dhoho Kediri

Perempuan asal Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar mendapat bantuan melanjutkan sekolah dari Satlantas Polres Blitar Kota.

Read More

“Maturnuwu pak polisi, matur nuwun sanget”. Kata-kata itu seakan tak pernah lepas dari mulut perempuan berambut pendek. Matanya berbinar-binar tak terasa buliran air mata menetes.

Ya, perempuan itu adalah Nur Esa Anastasya. Perempuan kelahiran 16 tahun ini baru saja mendapat kabar gembira. Keinginan untuk melanjutkan sekolah di SMP akhirnya terwujud.

Baca Juga :Warga Antusias Abadikan Momen Bunga Tabebuya Bermekaran di SLG Gumul

“Iya saya mau naik kelas 3 mrothol (putus). Selain biaya juga karena bingung siapa yang nanggung saya,” katanya ditemui di rumah yang menghadap ke utara.

Nur Esa, panggilan akrabnya adalah perempuan yang gara-gara tindakannya akhirnya viral di platform media sosial. Seminggu lalu, sempat mengirim pesan pendek atau DM di akun instagram Polres Blitar Kota.

Dalam pesannya pingin dijemput polisi untuk diantarkan les. Satlantas Polres Blitar pun bergerak dengan mendatangi dan menjemput les. Polisi dan Nur Esa janjian di salah satu SMAN di Kota Blitar.

Baca Juga :Upayakan Kelompok Perempuan Pengrajin Besek Trenggalek Naik Kelas, Anggota DPR-RI Novita Hardini Siapkan Langkah

“Memang benar, adik Nur Esa ini DM ke kami minta dijemput. Ternyata jalan hidupnya selama ini kelam berliku. Memang kurang perhatian dari keluarga,” kata KBO Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Supriyadi.

Penulis pun menyambangi rumahnya di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Dan latar belakang keluarganya ternyata broken home. Nur Esa selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya, Sanidi dan Supiah.

Sanidi hanya jualan bakso dan tukang becak. Sementara nenek atau Supiah tergolek karena sakit stroke. “Kalau ibu tak tahu kemana,” kata Nur Esa.

Baca Juga :Kuli Bangunan Meninggal Mendadak di Teras Rumah Warga

Nur Esa merupakan anak semata wayang Susanti dan Suhebi. Tetapi keduanya pun pisah. Susanti hingga kini tak jelas keberadaannya.

Sementara Suhebi meninggal Februari 2024 lalu. Mulai TK hingga SD kelas 4 tinggal di Kademangan. Tetapi menginjak kelas 5 pindah ke Serang, Provinsi Banten.

“Ibu kandung ndak tahu ke mana. Bapak sebelum meninggal juga nikah lagi. Akhirnya saya pulang ke Kademangan,” katanya.

Baca Juga :Surat Suara Pilkada 2024 Ponorogo Antre di Percetakan, Polisi Bakal Jaga Ketat

Ketika memutuskan pulang ke Kademangan, pun tak mudah. Sebelumnya tinggal bersama ibu tiri juga kerap cekcok. Bukan hanya ke ibu tiri, tetapi ke anak kandung ibu tiri juga tak cocok. Akhirnya pulang ke Kademangan, Blitar.

“Saya minta ongkos pulang tak dikasih. Akhirnya sempat minta-minta ke traffic light. Akhirnya ada yang memberitahu, kalau saya lagi butuh uang. Pak RT di Kademangan kirim uang ke saya. Akhirnya bisa pulang ke Blitar,” katanya. Nur Esa pulang ke Blitar Agustus 2023 lalu.

Di Blitar pun serba repot. Ibu kandung sudah tak mau mengurusi. Apalagi ibu tiri. Bapak kandung juga sudah meninggal. Mau sambat ke kakek nenek tak tega. Kakeknya tukang becak dan lebih banyak ngopeni nenek yang stroke. “Saya berbulan-bulan linglung. Mau melanjutkan sekolah juga tak bisa,” katanya.

Baca Juga :Minimalkan Kecelakaan, Polisi Bantu Perbaikan Jalan Berlubang Swadaya Bersama Warga Trenggalek

Di Serang, Banten sempat sekolah di MTs di Ponpes Al-Fathaniyah sampai kelas 2. Menginjak kelas 3, pulang ke Blitar.

“Mau curhat sama siapa. Akhirnya DM ke akun polres Blitar Kota. Curhat kok kehidupan saya seperti ini. Pingin sekolah juga tak bisa,” jelasnya. Bahkan saking pinginnya sekolah, ketika bertemu polisi Ipda Supriyadi memakai seragam khas SMP.

Tetapi kini, Satlantas Polres Blitar Kota pun sigap. Usai memilah memilih, akhirnya memutuskan untuk membiayai sekolah sampai lulus nanti. “Kami iba dan trenyuh dengan kondisinya. Anak seusia Nur Esa butuh perhatian lebih,” kata KBO Satlantas Polres Blitar Kota Ipda Supriyadi.

Baca Juga :Polsek Mojowarno Gelar Jumat Curhat Bersama Warga Desa Gondek

Atas petunjuk Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno dan Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Andang Wastiyono memutuskan untuk membiayai sekolah. Yakni dengan menyekolahkan ke SMPN 2 Kademangan, Kabupaten Blitar.

“Kami biayai sekolahnya. Kan sebelumnya pernah sekolah di MTs di Serang berhenti ketika menginjak kelas 3. Nah sekarang melanjutkan SMP di Kabupaten Blitar,” kata Ipda Supriyadi.

Kasat Lantas Polres Blitar Kota AKP Andang Wastiyono mengakui memang atensi kisah pilu Nur Esa Anastasya. “Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Sudah oke dan bisa sekolah. Nanti akan kami antar ke sekolah,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *