Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ratusan hektare lahan pertanian di Tulungagung terkena serangan hama kresek di awal tahun 2025 ini. Hal ini kemudian membuat para petani beramai-ramai mengajukan permintaan bantuan pestisida untuk mengatasi gangguan hama tersebut.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Suyanto mengatakan, sepanjang bulan Maret 2025 kemarin, pihaknya menerima banyak laporan adanya lahan padi yang terserang hama. Diketahui, hama yang menyerang lahan tanaman padi di Tulungagung itu merupakan serangan hama kresek.
Serangan hama ini diketahui terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari persemaian bahkan sampai dengan menjelang masa panen tanaman padi. Dimana saat tanaman terkena serangan hama ini, mulai bercak abu-abu (kekuningan) pada tepi daun hingga lama kelamaan akan meluas.
Baca Juga :Insiden Pelajar Jatuh Dari Wahana 360° Pendulum Jatim Park 1, Polres Batu Bakal Libatkan Tim Ahli
“Di bulan Maret kemarin, kami menerima laporan adanya serangan hama kresek pada 150 hektare lebih lahan tanaman padi di Tulungagung,” kata Suyanto, Minggu (20/4/2025).
Ada sebanyak 26 kelompok tani dari 11 desa di Tulungagung mengeluhkan adanya serangan hama kresek pada tanaman padinya. Hal ini kemudian membuat para petani di 11 desa tersebut mengajukan permintaan pestisida untuk menangani serangan hama kresek itu.
Diketahui, wilayah yang paling banyak menyajikan permintaan pestisida untuk pengentasan hama kresek berada di dua wilayah, yakni Kecamatan Sendang dan Boyolangu. Setelah menerima laporan, pihaknya pun segera menerjunkan tim khusus untuk melakukan identifikasi hama untuk menemukan titik sebarannya.
“Jadi kami ada tim sendiri yang tugasnya mengidentifikasi hama, ketika ditemukan banyak yang terserang hama kresek, para petani segera mengajukan pestisida. Jadi sebarannya bisa ditekan karena identifikasi dini,” ungkapnya.
Baca Juga :Dump Truk Besar Marak, KTNR Datangi Kantor DPRD Nganjuk dan Tuntut Penertiban
Suyanto menyebut, sudah menyalurkan sekitar 100 kilogram pestisida jenis Sultricob untuk penanganan hama kresek. Pestisida tersebut dialokasikan untuk lahan tanaman padi yang terdampak hama.
Selain hama kresek, terdapat beberapa jenis hama lain yang juga menyerang tanaman padi meliputi hama wereng yang menyerang 54 hektare lahan, penggerek batang 30 hektare, tikus 40 hektare, dan serangan ulat 12 hektare. Meski begitu, serangan hama kresek menjadi yang paling luas dibanding hama lainnya.
“Sebenarnya serangan hama tidak hanya hama kresek saja, ada hama lain seperti wereng, penggerek batang, tikus dan serangan ulat. Tetapi yang terbanyak memang hama kresek,” pungkasnya.



















