Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Puluhan jamaah calon haji (JCH) cadangan di Kabupaten Tulungagung dipastikan gagal berangkat ke tanah suci pada musim haji 2025.
Meski begitu, puluhan JCH cadangan asal Kabupaten Tulungagung itu nantinya akan masuk urutan pertama daftar jamaah reguler musim haji 2026 mendatang.
Plh. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, Akhmad Mukhsin mengatakan, sebanyak 58 JCH cadangan asal Tulungagung gagal berangkat ke tanah suci.
Baca Juga :Libur Idul Adha, WBL dan Maharani Zoo dan Goa Lamongan Beri Promo Tiket Spesial
Diketahui, sebagian dari mereka gagal berangkat dikarenakan kuota keberangkatan yang sudah penuh.
Tidak hanya itu, sebagiannya lagi diketahui memang memilih untuk tidak berangkat ke tanah suci meski sudah mengantongi visa haji dan tersedianya kuota pemberangkatan.
Namun, mereka yang memilih tidak berangkat meski sudah mengantongi visa dikarenakan tidak bisa berangkat bersama keluarganya.
“Sampai dengan menjelang akhir keberangkatan haji, kami bersama-sama menunggu visa 43 JCH cadangan, tetapi memang sampai akhir visa mereka tidak kunjung keluar,” kata Akhmad Mukhsin, Minggu (8/6/2025).
Baca Juga :Jamaah Musala Al Halim Dedehan Jemekan Ringinrejo Sembelih 1 Sapi dan 2 Ekor Kambing
Secara rinci, ungkap Mukhsin, dari 58 JCH cadangan itu, 43 JCH di antaranya memang belum memiliki visa dan ditunggu sampai akhir pemberangkatan tetap belum keluar.
Sedangkan 15 JCH cadangan sisanya memilih tidak berangkat ke tanah suci meski sudah punya visa karena tidak bisa berangkat bersama keluarganya.
Meski batal berangkat, diketahui 58 JCH cadangan tersebut sudah melunasi seluruh biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH), sehingga secara administrasi sudah siap.
Hanya saja, dikarenakan masalah visa dan alasan atau pertimbangan tertentu bagi para JCH cadangan itu yang membuat mereka tidak berangkat ke tanah suci.
“Kalau masalah biaya semuanya sudah lunas, jadi tidak ada masalah. Memang yang menjadi kendala visanya tidak kunjung keluar dan biarpun keluar itu hanya satu jamaah yang dapat. Apalagi kebanyakan JCH ini ingin berangkat bersama keluarganya,” ungkapnya.
Kendati batal berangkat, Mukhsin menyebut, 58 JCH cadangan itu nantinya akan menjadi jamaah haji prioritas pada musim haji tahun 2026 mendatang.
Sesuai aturan yang berlaku, artinya mereka nantinya akan masuk ke dalam urutan pertama daftar jamaah haji reguler tahun depan lantaran sudah melunasi BIPIH.
Baca Juga :Polres Nganjuk Amankan Wilayah yang Rawan Keributan saat Malam Takbiran Idul Adha
“Otomatis mereka menjadi jamaah reguler karena sesuai regulasi-aturan seperti itu. Jadi jamaah cadangan yang sudah lunas itu otomatis nanti masuk pada jamaah berikutnya di tahun 2026,” pungkasnya.



















