Kediri, SEJAHTERA.CO – Kian hari kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK di Kabupaten Kediri bertambah.
Baca Juga :Salah Kaprah Usulan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri per Kamis (16/1/2025) petang menunjukkan total ada 638 sapi positif terpapar PMK dari 797 kasus yang ada.
Sementara sapi sembuh 128 dari PMK, dan sapi mati bertambah 2 dari 25 kini jadi 27.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih menjelaskan penambahan sapi terpapar PMK karena penularan yang cepat dan pemilik ternak terkadang kurang respon pada sapi dan tidak segera diobati.
Baca Juga :Tantangan Patrick Kluivert Jelang Kontra Australia, Suporter Timnas Indonesia Minta Bukti…!
Hendaknya ketika sapi tergejala pmk, ternak harus ada pengobatan untuk pencegahan.
“Kita edukasi ke peternak untuk jaga kebersihan kandang dengan penyemprotan disinfektan. Ini upaya mencegah virus berkembang. Karantina sapi jika sakit, pengobatan rutin dan pemberian vitamin,” katanya, Jumat (13/1/2025).
Tutik menambahkan, setelah sapi sembuh dua hari kemudian atau hingga empat hari baru bisa divaksin. Saat ini dari vaksin bantuan Pemprov Jatim sebanyak 7050 vaksin hanya diberikan pada sapi sehat.
Baca Juga :Jalan Rusak Akibat Bencana di Desa Gedangan Tulungagung, Rugikan Pelaku Usaha Susu Sapi Perah
Sejauh ini sapi sehat yang terpapar pmk adalah sapi potong dan jika positif terpapar PMK segera diobati.
“Pengobatan harus dalam pengawasan tim medis kesehatan hewan. Agar pola atur pengobatan bisa sesuai dosis untuk ternak dalam proses sembuh. Pengobatan rutin, pemberian vitamin untuk jaga kondisi daya tahan tubuh ternak, ” katanya.



















