Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung mulai melakukan monitoring.
Diketahui, stok ternak qurban di Tulungagung dalam kondisi aman dan cenderung surplus, serta dinyatakan sehat untuk dijadikan qurban.
Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Dinakeswan Kabupaten Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan, sudah melakukan monitoring terhadap ketersediaan hewan ternak untuk qurban.
Dimana proses monitoring ini turut melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Tulungagung.
proses monitoring ini dilakukan untuk memantau ketersediaan hewan ternak yang akan dijadikan qurban, serta memantau kondisi kesehatan setiap ternak tersebut.
Baca Juga :Dikunjungi Murid SD, Polres Kediri Edukasi Kesadaran Hukum Sejak Dini
Hasilnya, ketersediaan hewan ternak di Tulungagung dalam kondisi surplus, dimana sebagian di antaranya dinyatakan sehat dan layak untuk qurban.
“Kami pastikan untuk mencukupi kebutuhan qurban di Tulungagung sudah cukup dan bahkan surplus. Kondisinya juga sehat dan layak untuk dijadikan hewan qurban,” kata drh. Tutus Sumaryani, Kamis (8/5/2025).
Tutus mengungkapkan, saat ini jumlah populasi kambing terdapat sebanyak 173 ribu ekor, sedangkan untuk populasi sapi terdapat sebanyak 126 ribu ekor.
Tapi tidak semua populasi hewan ternak itu layak untuk dijadikan qurban, hanya 15 persen dari populasi kambing dan 10 persen populasi sapi.
Apalagi, sesuai data tahun 2024 kemarin, kebutuhan hewan qurban di Tulungagung seperti sapi ada sebanyak 3.200 ekor, sedangkan untuk kambing lebih banyak yakni 18 ribu ekor.
Baca Juga :Harga Kelapa Belum Stabil, Nilai Jual Wingko di Kabupaten Lamongan Dinaikkan
Namun, dari total kebutuhan tersebut masih terdapat sisa hewan ternak untuk qurban yang cukup melimpah untuk kebutuhan luar daerah.
“Kalau untuk kebutuhan lokal Tulungagung saja, jumlah hewan ternak yang layak untuk dijadikan qurban itu masih sisa banyak, sehingga peternak biasanya melayani pengiriman ke luar daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Tutus juga melakukan monitoring lalu lintas hewan ternak yang sudah mulai terjadi peningkatan lalu lintas ternak di Tulungagung.
Hal ini dibuktikan dari mulai ramainya Pasar Hewan di seluruh wilayah Tulungagung baik ramai dari segi pedagang maupun pengunjungnya.
Pedagang hewan ternak di Tulungagung saat ini juga mulai ramai yang mendapat pesanan dengan mengirim hewan ternaknya untuk kebutuhan qurban ke luar daerah. Namun, untuk hewan ternak yang dikirim ke daerah lain harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Baca Juga :Siswa Putus Sekolah di Kabupaten Kediri Turun, Tinggal 5420 Anak
“Tulungagung itu termasuk sentra hewan ternak, sehingga peternak kita juga melayani luar daerah. Setiap pasar hewan baik itu pasar sapi atau kambing, saat ini juga sudah mulai ramai,” pungkasnya.



















