Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Proses seleksi calon pimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung terus berlanjut. Sebanyak delapan peserta mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di Ruang Bantarangin pada Jumat–Sabtu, 12–13 September 2025.
Peserta UKK terdiri dari tiga calon Dewan Pengawas (Dewas) dan lima calon Direktur. Uji ini menghadirkan tim penguji independen dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Psikologi Terapan (LP3T) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Pemkab Ponorogo, Rizky Wahyu Nugroho, menjelaskan bahwa agenda hari pertama diisi dengan tes psikotes dan analisis studi kasus.
“Yang pagi psikotes, jadi LP3T UNAIR ini punya sistem untuk mengukur kemampuan masing-masing calon. Setelah itu dilanjutkan analisis studi kasus,” ungkap Rizky.
Baca Juga :Harga Ayam di Pasar Legi Ponorogo Melonjak Drastis, Pedagang dan Pembeli Mengeluh
Sementara itu, UKK pada hari kedua diisi dengan pemaparan program dan presentasi para calon di hadapan tim penguji. Rizky menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah hasil UKK akan berujung pada eliminasi atau langsung mengerucut ke satu nama.
“Itu ranahnya pansel. Kami tidak tahu seperti apa nanti setelah UKK ini selesai,” jelasnya.
Seperti diketahui, delapan orang telah lolos seleksi administrasi. Tiga calon Dewas yaitu Judha Slamet Sarwo Edi, Ringga Dwi Heri Irawan, dan Bambang Suhendro. Sedangkan lima calon Direktur yakni Sakti Satoto Utomo, Junjung Dwiya Cita Ningrum, Kokoh Prio Utomo, Henry Setyawan, serta Mudrikah Hanik.



















