Sembilan Desa di Kabupaten Tulungagung Kekeringan, Polres Tulungagung Kirim 100 Truk Tangki Air Bersih

Sembilan Desa di Kabupaten Tulungagung Kekeringan, Polres Tulungagung Kirim 100 Truk Tangki Air Bersih
Proses dropping air bersih yang dilakukan oleh Polres Tulungagung ke masing-masing desa terdampak kekeringan.(Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Musim kemarau, sejumlah desa di Kabupaten Tulungagung mengalami kekeringan. Sumber air di rumah-rumah warga mengusut.

Baca Juga :Kediri Raya Masih Surplus, Perkembangan APBN Awal Triwulan Ketiga 

Polres Tulungagung pun berupaya mengirimkan ratusan truk tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Read More

Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan, sudah mengirimkan sebanyak 100 truk tangki air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. Dalam proses dropping air bersih ini, dia melibatkan kendaraan pengangkut air bersih dari berbagai instansi.

Baca Juga :Kawasan Gunung Bromo Malang Diterjang Angin Kencang, Empat Bangunan dan Pohon Tumbang 

Pengiriman air bersih ini dilakukan untuk meringankan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Selain itu, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian instansi polri dan instansi lainnya terhadap kondisi yang tengah dialami masyarakat Tulungagung.

“Jadi kami dari Polres Tulungagung bersama Pemkab Tulungagung dalam hal ini BPBD dengan Kodim 0807/Tulungagung menyalurkan 100 tangki air bersih kepada masyarakat di Tulungagung yang mengalami kekeringan,” kata AKBP Mohammad Taat Resdi, Rabu (28/8/2024).

Berdasarkan data, ungkap Taat, setidaknya terdapat sembilan desa dari enam kecamatan di Tulungagung yang terdampak kekeringan. Dari sembilan desa tersebut, sebanyak 19 dusun yang merasakan dampak kekeringan pada tahun ini.

Baca Juga :Ribuan Butir Pil Dobel L dan Sabu Disita Polres Kediri, Pelaku Diamankan di Rumah Mertuanya 

Terkait lokasi kekeringan, untuk di Kecamatan Campurdarat ada di satu desa yakni Desa Campurdarat, kemudian Kecamatan Pucanglaban satu titik di Desa Demuk. Lalu Kecamatan Besuki satu titik di Desa Besuki, Kecamatan Rejotangan satu titik di Desa Sumberagung, Kecamatan Kalidawir dua titik di Joho dan Kalibarur.

“Sisanya tiga titik di Kecamatan Tanggunggunung yakni berlokasi di Desa Pakisrejo, Kresikan, dan Tenggarejo. Total ada 9 desa dari 6 Kecamatan,” ungkapnya.

Baca Juga :Lagi, Timnas Indonesia Cetak Sejarah, Bantai Argentina 2-1 pada Seoul Earth On Us Cup 2024 di Korsel

Taat menjelaskan, secara bertahap juga akan terus melakukan dropping air bersih kepada warga yang membutuhkan. Dia memastikan, hal ini akan berlanjut sampai musim kemarau berakhir, kemungkinan pada Oktober 2024.

Penyaluran truk tangki air bersih itu dilakukan oleh Polsek dan Koramil yang lebih mengerti medan dan titik mana yang membutuhkan.

Baca Juga :Tetes Air Mata Kris Dayanti, Saat Daftar Calon Wali Kota Batu

“Untuk kebutuhan air secara permanen kita berupaya untuk membangun sumur bor. Saat ini sudah proses pembangunan di 3 kecamatan. Kita mengupayakan di 6 kecamatan minimal satu sumur bor, solusi untuk lebih permanen lebih jangka panjang,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *