Sembilan Kecamatan Alami Kekeringan, BPBD Trenggalek: 5.000 Warga Krisis Air Bersih

Sembilan Kecamatan Alami Kekeringan, BPBD Tulungagung: 5.000 Warga Krisis Air Bersih
Petugas saat mendistribusikan bantuan air bersih (dok BPBD Trenggalek)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Merujuk data BPBD, kini tercatat sebanyak 18 desa sembilan kecamatan terdampak kekeringan. Akibatnya lebih dari lima ribu warga dilaporkan mengalami krisis air bersih.

Baca Juga : Mengejutkan! Direkom Cawabup PKB, Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung Mundur

Merujuk data BPBD Trenggalek yang dilaporkan pada Rabu (28/8), Kecamatan Panggul terdampak paling banyak dengan jumlah enam desa. Meliputi Terbis, Besuki, Ngrencak, Karangtengah, Nglebeng Banjar. Disusul masing-masing tiga desa di Kecamatan Tugu dan Pogalan.

Read More

“Untuk wilayah Tugu ada Pucanganak, Nglinggis dan Dermosari, sementara untuk Pogalan ada Ngulanwetan, Pogalan dan Gembleb,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Kamis (29/8).

Baca Juga :Pendaftaran Hari Terakhir, Lima Partai di Kabupaten Ponorogo Masih Abstain

Sementara untuk desa lainnya, kata Triadi adalah Desa Pandean di Kecamatan Dongko, Desa Jatiperahu di Kecamatan Karangan, Desa Sengon Kecamatan Bendungan dan Desa Ngares di Kecamatan Trenggalek. Kemudian Desa Wonoanti di Kecamatan Gandusari dan Desa Sumberejo Kecamatan Durenan.

“Sehingga ada 18 desa di sembilan kecamatan,” imbuhnya.

Kekeringan yang melanda 18 desa di sembilan kecamatan itu mengakibatkan sebanyak 5.657 jiwa dari 1.922 kepala keluarga terdampak. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring wilayah terdampak kekeringan yang semakin meluas.

Baca Juga :Genderang Piala Dunia Ditabuh Lagi, 26 Pemain Timnas Indonesia Disiapkan “Mengempur” Arab Saudi dan Australia

“Data masih terus bertambah,” ujarnya.

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih itu, BPBD Trenggalek berkolaborasi dengan instansi terkait lainnya terus menggelontorkan bantuan air bersih. Pendistribusian air bersih itu dilakukan karena sumber air di wilayah terdampak kekeringan itu tidak dapat diakses warga.

“Jumlah wilayah terdampak itu berdasarkan pengajuan permintaan bantuan distribusi air bersih,” jelasnya.

Baca Juga :Pasangan Muhibbin – Aushaf Daftar Cabup dan Bacabup ke KPU Nganjuk, Diawali Istighosah di Monumen Dr Soetomo

Memasuki puncak musim kemarau ini Triadi juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap segala aktivitas yang dapat memicu terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain kekeringan, Karhutla juga jadi atensi.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *