Sembilan Ulama Terpilih Menjadi Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU, IKAPETE Gelar Doa Bersama untuk Gus Kikin

Data hasil tabulasi dan 9 daftar nama anggota AHWA terpilih dalam Muktamar ke-35 NU Jombang.
Data hasil tabulasi dan 9 daftar nama anggota AHWA terpilih dalam Muktamar ke-35 NU Jombang.(foto: istimewa)

JOMBANG, SEJAHTERA.CO – Proses penetapan Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam forum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama resmi menyelesaikan tahap penghitungan suara. Dari 34 ulama dan kiai sepuh yang diusulkan oleh pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia, sembilan nama dengan perolehan suara tertinggi dari total 4.703 suara sah akhirnya terpilih sebagai anggota AHWA.

Baca juga:Polres Jombang Siagakan Ribuan Personel Pasukan Pengamanan Muktamar ke-35 NU 2026

Mekanisme AHWA merupakan sistem musyawarah mufakat yang melibatkan para kiai sepuh berintegritas tinggi untuk menentukan kepemimpinan tertinggi NU, yakni merumuskan dan menetapkan Rais Aam PBNU.

Read More

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, menempati urutan teratas dengan perolehan 485 suara (10,3 persen). Di posisi kedua, ulama asal Aceh, Tgk KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu), membuntut rapat dengan 477 suara (10,1 persen). Peringkat ketiga ditempati ulama asal Sulawesi Selatan, AG Dr KH Baharuddin HS MA, dengan 392 suara (8,3 persen).

Posisi empat besar ditempati oleh petahana KH Miftachul Akhyar dengan 350 suara (7,4 persen), disusul KH Afifuddin Muhajir dari Situbondo dengan 339 suara (7,2 persen). Peringkat keenam diisi oleh Ketua MUI Jawa Timur, KH Anwar Iskandar, dengan 326 suara (6,9 persen), sementara KH Anwar Manshur dari Lirboyo Kediri mengumpulkan 303 suara (6,4 persen).

Dua posisi terakhir yang melengkapi formasi sembilan anggota AHWA yakni mantan Ketum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dengan 273 suara (5,8 persen) dan ulama Jawa Barat Dr KH Abun Bunyamin MA dengan 268 suara (5,7 persen).

Persaingan ketat terjadi di jajaran sepuluh besar. KH Muhammad Wildan Salman nyaris menembus posisi sembilan dengan mengantongi 250 suara (5,3 persen), diikuti KH Abdullah Kafabihi Mahrus dari Lirboyo dengan 213 suara (4,5 persen).

Sejumlah nama ulama lain yang turut mendapatkan dukungan di antaranya KH Ali Kholil (144 suara), TGH Ma’arif Ma’mun (138 suara), Dr KH Manarul Hidayat (134 suara), KH Munif Zuhri (121 suara), KH Abdullah Ubab Maimoen (102 suara), dan KH Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus (96 suara). Selanjutnya KH Ubaidillah Shodaqoh meraih 70 suara, KH Ali Akbar Marbun 61 suara, serta Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengantongi 48 suara.

Dukungan juga mengalir kepada tokoh lain seperti Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (42 suara), Buya Muhtadi (25 suara), KH Moch Chozin Adenan (20 suara), dan TGH Turmudzi Badaruddin (11 suara).

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Prof Dr KH Kamaruddin Amin mencatat 5 suara, Habib Syeikh Abdul Rahim Puang Makka 2 suara, serta Dr KH Afepuddin, KH Nailuzzahri, KH Zuhri Zaini, KH Mustafa Bakri Nasution, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, KH M Nuh Ad-Dawami, KH Hasib Wahab Hasbullah, dan KH Moh Mudatsir Badruddin masing-masing memperoleh 1 suara.

Persebaran suara dari enam zona pemungutan menunjukkan zona keempat mencetak raihan tertinggi dengan 936 suara, disusul zona kedua (864 suara), zona ketiga (855 suara), zona kelima (718 suara), zona keenam (688 suara), dan zona pertama (642 suara).

Dengan tuntasnya rekapitulasi ini, sembilan anggota AHWA terpilih selanjutnya menggelar sidang tertutup untuk menetapkan Rais Aam PBNU, posisi puncak kepemimpinan spiritual dalam organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

IKAPETE Gelar Doa Bersama untuk Gus Kikin

Di tempat terpisah, Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Nasional menggelar doa bersama dan istigasah untuk mendoakan Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang maju dalam kontestasi calon Ketua Umum PBNU di Posko Tebuireng, Sabtu (29/8/2026).

Istigasah tersebut digelar sebagai bentuk dukungan penuh para alumni terhadap Gus Kikin yang merupakan cicit pendiri NU, Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.

“Kami dari Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng menggelar istigasah dan doa bersama untuk memberikan dukungan penuh terhadap kiai kami yang menjadi calon Ketua PBNU,” ujar Sekretaris IKAPETE Nasional, Dhiya, dalam keterangan rilisnya, Minggu (30/8/2026) sore.

Pembacaan doa dan istigasah dipimpin langsung oleh Ali Mufthi, Bendahara 1 Presnas IKAPETE yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur.

Para alumni berharap melalui doa bersama ini, Gus Kikin diberi kemudahan dan kekuatan dalam proses pencalonan, serta berharap PBNU ke depan dipimpin oleh sosok yang memiliki garis keturunan langsung (dzurriyah) dari pendiri NU.

Baca juga:Naik Maung Putih, Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Nahdliyin di Muktamar Ke-35 NU Jombang

“Semoga dengan istigasah ini, Gus Kikin diberikan jalan terbaik dan NU ke depan semakin kokoh di bawah kepemimpinan dzurriyah pendiri,” pungkas Dhiya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *