Serangan Hama Wereng di Ponorogo Semakin Menjadi, Dipertahankan Laksanakan Penyemprotan Serentak

Serangan Hama Wereng di Ponorogo Semakin Menjadi, Dipertahankan Laksanakan Penyemprotan Serentak
Serangan Hama Wereng di Ponorogo Semakin Menjadi, Dipertahankan Laksanakan Penyemprotan Serentak

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Serangan hawa wereng di wilayah Kabupaten Ponorogo semakin meluas. Bahkan hama musuh petani tersebut sudah menyerang lebih dari 100 hektare dan mengakibatkan sejumlah lahan mengalami puso.

Dari data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo luasan lahan yang terserang hama wereng sejumlah 112,42 hektare dengan rincian 95,66 hektare rusak ringan, 9,96 hektare rusak sedang, 7,15 hektare rusak berat, 4,15 hektare mengalami puso.

Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Suprianto mengatakan jika pihaknya telah mengambil langkah untuk penanganan penyebaran hama wereng tersebut, yakni dengan melakukan penyemprotan pestisida secara serentak di sejumlah titik sawah yang terserang wereng.

Read More

Baca Juga :KONI Umumkan Hasil Kontingen Kota Batu di Porprov IX Jatim 2025

“Mulai hari ini kita laksanakan penyemprotan serentak di sejumlah wilayah yang terdampak,” ungkap Suprianto kepada koranmemo.com, Rabu (16/7/2025).

Suprianto menambahkan ratusan hektare tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 45 desa se Kabupaten Ponorogo. Karenanya penyemprotan pestisida, kata Supri- sapaan akrabnya, dilakukan secara masif menggunakan Hand Sprayer.

“Kita sudah ready 320 liter pestisida, jadi kalau 1 hektare diasumsikan 1,5 liter, maka bisa menangani sekitar 200 hektare,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suprianto menjelaskan, ratusan pestisida tersebut akan digunakan pada wilayah yang masuk kategori waspada.

Apalagi hama jenis wereng batang coklat itu menyerang tanaman padi petani secara cepat.

Baca Juga :Ricuh di Karnaval Mulyorejo Malang, Warga dan Peserta Saling Dorong Gara-Gara Sound Horeg

“Yang rawan-rawan dan masuk kategori waspada itu yang kita sentuh dulu. Karena memang agar bisa segera teratasi,” ujarnya.

Dia menegaskan, tidak semua petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat hama wereng mendapat asuransi pertanian.

Pihaknya masih melakukan pendataan area sawah yang puso dan data petani, apakah masuk asuransi atau tidak.

“Yang jelas ada (asuransi pertanian), tapi kan tidak semuanya dapat, kita lihat dulu datanya by name by address, dia masuk asuransi apa tidak,” pungkas Suprianto.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *