Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Keluarga relawan kemanusiaan asal Ponorogo, Herman Budiono, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah lebih dari 2×24 jam ditahan tentara Israel, Herman dikabarkan telah dibebaskan.
Baca juga:Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Jambon, Ketua DPRD Ponorogo Minta Diusut Tuntas
Sebelumnya, Herman ditahan bersama delapan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Palestina. Komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi pada 19 Mei 2026, saat rombongan hendak berangkat dari Turki melalui jalur laut.
Kabar pembebasan tersebut disampaikan oleh adik Herman, Diah Puspasari, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Informasi itu diterima dari istri Herman yang berada di Depok, Jawa Barat.
Selain itu, kepastian pembebasan juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
“Iya, sudah dibebaskan. Kami masih memantau proses kepulangannya. Yang jelas sudah lega,” ujar Diah saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, pihak keluarga masih berharap Herman dapat segera kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat. Pasalnya, keluarga sempat menerima informasi bahwa beberapa WNI lainnya mengalami kekerasan hingga harus mendapatkan perawatan medis sebelum dibebaskan.
Baca juga:Satlantas Ponorogo Sita Ratusan Kendaraan Balap Liar, Pelajar Dominasi Pelanggar
“Kami terus memastikan kondisinya. Mudah-mudahan Mas Herman pulang dalam keadaan sehat dan lancar,” harapnya.
Diketahui, Herman bersama delapan WNI lainnya yang terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan membawa bantuan untuk warga Palestina, berupa obat-obatan, makanan, dan kebutuhan penting lainnya.
Namun, kapal yang mereka tumpangi disergap tentara Israel saat berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut. Sebelum ditahan, Herman sempat melakukan siaran langsung di media sosial dan mengirim pesan darurat.



















