Simpatisan PKB Gus Dur Kediri Raya Deklarasi Coblos Prabowo – Gibran pada Pilpres 2024

Simpatisan PKB Gus Dur Kediri Raya Deklarasi Coblos Prabowo - Gibran pada Pilpres 2024

KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur Kediri Raya memutuskan untuk memilih Calon Presiden – Wakil Presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ratusan kader dan simpatisan Gus Dur itu menggelar deklarasi dukungan di salah satu taman wisata dan kolam renang Dusun Dadapan Desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Minggu (21/1/2024).

Para simpatisan yang hadir itu juga sepakat mendukung Prabowo – Gibran  sebagai Presiden Republik Indonesia sebagai pemimpin Indonesia lima tahun mendatang.

Read More

Tarmizi, simpatisan PKB Gus Dur mengaku mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut dua pada Pemilu 2024 mendatang.

Ia bahkan siap untuk bergerilya demi memenangkan Prabowo – Gibran dalam satu kali putaran Pilpres 2024 pada Februari mendatang.

Menurutnya, Prabowo memang sudah tiga kali mencalonkan diri sebagai presiden, namun masih belum beruntung alias tidak jadi.

Dalam Pilpres 2024, dia optimis Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi presiden bersama wakilnya Gibran di periode 2024-2029.

“Insyaallah banyak seluruh Kediri Raya mendukung Pak Prabowo. Mari kita bersatu untuk menegakkan NKRI harga mati dibawah naungan kyai,” jelasnya.

Senada juga disampaikan oleh Safaat Ali Mu’tashom yang menyatakan siap mengerahkan aliansi guru TPQ maupun pondok pesantren untuk mencoblos Prabowo – Gibran.

Pria yang disapa akrab Sunan Puncu itu melihat sosok Prabowo sebagai pemimpin yang selalu meminta pertimbangan dari para kiai sebelum mengambil keputusan terbaik untuk bangsa.

“Kami dari Simpatisan PKB Gus Dur sudah sepakat memilih Pak Prabowo – Gibran sebagai capres dan cawapres,” ucapnya.

Selain itu, Prabowo juga dianggap lebih mengerti tentang situasi pertahanan dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri.

Hal itu dinilai sangat penting bagi pemimpin bangsa Indonesia, terlebih urusan pendidikan dan cendikiawan.

“Kami minta dukungannya biar PKB agak kansa tidak sempit miliknya Nahdhatul Ulama, lembaga, ataupun masyarakat. Tetapi PKB ini miliknya bangsa Indonesia,” tutupnya. (diy)

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *