Batu, SEJAHTERA.CO – Tampak wajah-wajah baru penuh semangat juga sedikit gerogi, memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.
MPLS bukan hanya soal tahu nama kepala sekolah atau lokasi kantin. Di Jatim, MPLS dimaknai lebih dalam. Siswa baru diajak mengenal nilai, karakter hingga bahkan potensi diri mereka.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai menyatakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis Petunjuk Teknis (Juknis) mengenai pelaksanaan kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026.
“Untuk MPLS sudah ada pedoman dari pemerintah pusat. Tema MPLS tahun ini adalah MPLS Ramah. Menekankan penghormatan terhadap hak anak serta penanaman nilai karakter,” tutur Aries saat di Kota Batu beberapa waktu lalu.
Baca Juga :Sekolah Rakyat Jombang Resmi Berjalan, Begini Penjelasan Kepala Sekolah
Ia menjelaskan, bahwa MPLS Ramah tahun ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan sistem pendidikan di jenjang baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa mengenai isu-isu sosial seperti bahaya judi online, narkoba, serta berbagai bentuk kekerasan.
“Tentunya kami harapkan prestasi anak-anak semakin meningkat, kualitas meningkat dan mutu meningkat,” imbuhnya.
Aries mengungkapkan, di Jatim rencananya MPLS akan dibuka secara serentak oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. “Insyaallah dibuka langsung oleh Ibu Gubernur,” katanya.
MPLS bukan sekadar seremonial, momen ini penting untuk membentuk kesan awal murid dan membantu guru dalam memahami karakter dan kebutuhan demi pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai.
MPLS Ramah bukanlah ajang untuk perpeloncoan atau menunjukkan senioritas. Ia menambahkan, bahwa Kemendikdasmen telah melarang sejumlah praktik selama MPLS Ramah, untuk memastikan kegiatan ini sejalan dengan komitmen memberikan pendidikan berkualitas.
Baca Juga :Dua Kapolsek di Kota Batu Resmi Dirotasi, Ternyata ini Penyebabnya
Salah satu larangan tersebut adalah pemberian tugas yang tidak masuk akal atau tidak relevan. Oleh karena itu, guru diminta memberikan tugas yang edukatif dan sesuai dengan tujuan MPLS Ramah.
Selain itu, dilarang pula segala bentuk aktivitas yang berbau perpeloncoan, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk hukuman fisik, verbal, atau psikologis yang tidak mendidik atau bersifat kekerasan.
Ia juga menegaskan pelarangan penggunaan atribut yang tidak edukatif, tidak relevan, atau yang dapat mempermalukan siswa, merendahkan martabat, atau berdampak buruk pada psikologis peserta MPLS Ramah.
Kegiatan MPLS Ramah akan mencakup penguatan implementasi tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, aktivitas Pagi Ceria, serta pengembangan minat, bakat, dan potensi siswa melalui pengenalan ekstrakurikuler dan kegiatan bermanfaat lainnya.
“Hal terpenting adalah menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menuntut ilmu, belajar dan menjalani pendidikan sebagai langkah bersama meraih kesuksesan di masa depan,” tutur Aries.
Lebih lanjut, dia juga memberikan semangat kepada para siswa baru untuk terus belajar dan meraih kesuksesan, ditengah kompetisi yang semakin tinggi dan teknologi yang terus berubah dengan cepat.
“Jangan pernah berhenti belajar, dunia ini semakin cepat dan semakin tinggi teknologinya. Kita membutuhkan SDM yang cerdas, pintar dan merata. Hanya satu pesan kami, kalau kita semua belajar, semua rajin dan jadi anak yang baik, Insya Allah negara kita ini juga akan maju,” tuturnya.
Selain itu, Aries juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi dengan bijak dan terus menjaga persaudaraan, serta menghindari perselisihan.
Baca Juga :Pimpin Apel Gelar Pasukan, Kapolres Blitar Tegaskan Komitmen Tegakkan Tertib Lalu Lintas
“Gadget gunakan sebagai media pembelajaran agar anak-anak bisa sukses, jangan gunakan untuk hal yang negatif. Tidak boleh ada pertengkaran apapun, tidak boleh ada pembullyan karena kalian adalah saudara,” ujarnya.
“Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar, bergaul dan membangun persahabatan yang positif. Sukses selalu dan terus belajar,” tutupnya.



















