Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek merespons soal dugaan keracunan makanan yang dialami tujuh warga Trenggalek.
Baca Juga :Tujuh Warga di Trenggalek Diduga Keracunan Makanan, Satu Meninggal Dunia, Begini Kronologinya
Mereka disebut mengalami sakit perut usai menghadiri sebuah kegiatan kemasyarakatan di lingkungan mereka.
“Iya kemungkinan arah ke sana (dugaan keracunan makanan) ada, namun perlu pemeriksaan lebih mendalam,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Trenggalek, Sunarto, Selasa (15/10/2025).
Baca Juga :Wakapolres Madiun Kota Serahkan Ranmor Dinas Bersama Perlengkapan Patroli Perintis
Sunarto menyebut pemeriksaan mendalam itu dilakukan di antaranya dengan mengumpulkan dan mengambil sampel makanan di kegiatan kemasyarakatan itu. Sampel makanan yang diduga penyebab keracunan itu dilakukan pemeriksaan dengan diujikan dalam laboratorium.
“Kami sudah mendata semua pasien, sebagian sudah kami kirim ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut dan sampel makanan sedang diuji di laboratorium,” imbuhnya.
Sunarto menyebut masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab tujuh warga yang diduga mengalami keracunan makanan itu.
Sementara Humas Rumah Sakit dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono menyebut, tujuh pasien itu masuk ke rumah sakit sejak Jumat – Sabtu. Dari tujuh pasien itu, enam di antaranya diperbolehkan pulang, sementara satu di antaranya meninggal dunia pada Senin (14/10/2024).
Baca Juga :HUT le-79 Provinsi Jawa Timur, Pemkab Kediri Komitmen Tingkatkan Kontribusi Pembangunan
Djiono, sapaan akrabnya menyebut, pihaknya belum dapat memastikan apakah para pasien itu mengalami keracunan makanan. Hanya saja, dari keterangan yang didapat, tujuh warga itu sebelumnya menghadiri kegiatan di lingkungan mereka.
“Iya, mengalami sakit perut. Namun untuk penyebabnya, menunggu hasil uji laboratorium,” kata Djiono.
Baca Juga :Warga Desa Mojoagung Tulungagung Ditemukan Tewas, Ini Penyebabnya
Sebab, kata Djiono, pasien yang meninggal saat perawatan medis itu juga memiliki riwayat hipertensi yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatannya.



















