Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung mengalami minim pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, tiga sekolah tercatat tidak memperoleh satu pun siswa baru.
Baca juga:KPA Tulungagung Intensifkan Edukasi, 630 Remaja Tercatat Terinfeksi HIV/AIDS
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan pihaknya masih melakukan rekapitulasi hasil SPMB 2026 dari seluruh sekolah dasar negeri maupun swasta di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara, terdapat tiga sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru, yakni SD Swasta Dlodo di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki, dan SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo.
“Proses rekapitulasi masih berlangsung sehingga data masih berpotensi berubah. Namun sementara ini, dari total 634 SD negeri dan swasta di Tulungagung, terdapat tiga sekolah yang tidak mendapatkan murid baru,” ujar Rifka, Selasa (14/7/2026).
Menurut Rifka, kondisi SD Swasta Dlodo berbeda dengan sekolah lainnya. Sekolah tersebut memang direncanakan ditutup oleh pihak yayasan karena kekurangan tenaga pendidik dan jumlah siswa yang terus menurun.
Bahkan, berdasarkan laporan terakhir, sekolah itu hanya memiliki dua siswa yang duduk di kelas V. Kedua siswa tersebut telah dipindahkan ke sekolah lain agar dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih optimal.
Sementara itu, SDN 4 Besuki tidak memperoleh siswa baru karena faktor geografis dan demografi. Sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah penduduk terbatas itu tidak memiliki calon siswa usia sekolah dasar pada tahun ajaran ini.
Meski tidak menerima murid baru, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berlangsung.
Baca juga:Curi Perhiasan dan Uang Rp20 Juta, Ibu Rumah Tangga di Tulungagung Tak Ditahan karena Punya Balita
“SDN 4 Besuki masih melaksanakan pembelajaran untuk delapan siswa yang tersisa,” jelasnya.
Selain sekolah yang tidak mendapatkan murid baru, Disdik Tulungagung juga mencatat sejumlah sekolah dengan jumlah pendaftar sangat minim. Tiga sekolah bahkan hanya menerima tidak lebih dari lima siswa baru.
Sekolah tersebut adalah SDN 2 Sembon, Kecamatan Karangrejo, yang hanya memperoleh satu siswa baru. Kemudian SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, menerima dua siswa baru, serta SDN Pucung, Kecamatan Ngantru, yang juga mendapatkan dua siswa baru.
Di tengah fenomena minimnya pendaftar, terdapat pula sekolah yang berhasil meningkatkan jumlah siswa baru dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya SDN 2 Kedungwaru yang sebelumnya mengalami kekurangan pendaftar.
“SDN 2 Kedungwaru yang tahun lalu minim peminat, tahun ini mampu memperoleh 11 siswa baru,” pungkas Rifka.
Fenomena minimnya jumlah siswa baru di sejumlah sekolah dasar tersebut diduga dipengaruhi oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar di beberapa wilayah, serta faktor geografis yang membuat jumlah calon peserta didik relatif terbatas.



















