Stadion Batoro Katong Ponorogo Ditutup Sementara untuk Perawatan Rumput

Stadion Batoro Katong Ponorogo Ditutup Sementara untuk Perawatan Rumput
Stadion Batoro Katong yang ditutup sementara karena perawatan berkala.(foto: istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo menutup sementara akses Stadion Batoro Katong untuk seluruh kegiatan masyarakat. Penutupan ini dilakukan karena lapangan akan menjalani perawatan intensif, khususnya pada bagian rumput.

Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, penutupan dimulai pada Rabu (17/7/2025), dan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Rumput lapangan yang digunakan berjenis Zoysia Japonica asal Jepang, sehingga memerlukan penanganan khusus terutama di musim kemarau.

Read More

“Ini upaya treatment karena rumput untuk lapangan sepak bola berbeda dengan rumput biasa. Perlu perlakuan khusus dan intensif agar kualitasnya tetap terjaga. Tidak boleh sembarangan,” ujar Judha, Jumat (18/7/2025).

Baca Juga :Hari Jadi ke-457, Pemkab Madiun Kompak Gelar Upacara Adat dan Paparkan Prioritas 2025

Ia menjelaskan, perawatan meliputi pemupukan, penyiraman, penyiangan rumput liar, hingga pemangkasan rutin agar rumput tumbuh rapi dan sehat. Oleh karena itu, pembukaan kembali stadion akan menunggu hasil perawatan yang optimal.

“Kalau hasilnya ingin bagus, maka harus ditunggu sampai rumput tumbuh segar. Setelah itu dilakukan pemangkasan secara berkala agar tampilannya rapi,” imbuhnya.

Meski stadion ditutup, masyarakat tetap bisa berolahraga menggunakan jalur jogging track yang berada di luar area lapangan, atau memanfaatkan lapangan panahan.

“Sementara kami mohon maaf karena akses stadion kita tutup. Silakan beraktivitas olahraga di luar lintasan stadion,” tambahnya.

Baca Juga :Sound Horeg di Malang Marak, Polisi Imbau Warga Bijak Gelar Hiburan Jalanan

Judha juga menekankan, seperti halnya di Stadion Kanjuruhan Malang maupun Manahan Solo, stadion sepak bola idealnya hanya digunakan untuk pertandingan, bukan untuk kegiatan lain.

“Stadion di tempat kita sebenarnya stadion serba guna. Sering dipakai untuk atletik, baris-berbaris, sampai kegiatan masyarakat. Tapi ya serba dilema, karena masyarakat juga butuh ruang olahraga,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *