Kediri, SEJAHTERA.CO – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbasis komunitas, STIKES RS Baptis Kediri membentuk program Pelayanan Kesehatan Mandiri (PKM) berkelanjutan melalui pendekatan Parish Nursing di GBI Paul Jaten, Dusun Jaten, Desa Blabak, Kecamatan Blabak, Kabupaten Kediri.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dalam skema Kemdiktisaintek 2025. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan layanan kesehatan melalui posyandu lansia, edukasi gizi dan diet, serta pelatihan kader posyandu berbasis jemaat gereja.
Kegiatan diselenggarakan secara terpadu dengan menjadikan jemaat GBI Paul Jaten sebagai mitra berkelanjutan. Menurut Sandy Kurniajati, SKM., M.Kes., dosen STIKES RS Baptis Kediri, pendekatan Parish Nursing adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian masyarakat.
Baca Juga :Sembilan Pemain Asing Persik Kediri Adaptasi Makanan Khas Indonesia Jelang Liga 1 2025
“Program ini tidak hanya mengintegrasikan pelayanan kesehatan dalam konteks gereja, tapi juga memberdayakan jemaat sebagai kader kesehatan,” ujarnya.
Dalam implementasinya, sebanyak 10 anggota jemaat direkrut sebagai kader dan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dalam lima pertemuan. Tiga sesi teori dilakukan di kampus STIKES RS Baptis Kediri, sementara dua sesi praktik melibatkan 50 peserta di GBI Paul Jaten pada 29 Juni dan 27 Juli 2025.
Materi pelatihan mencakup konsep posyandu lansia, gizi dan diet, penyuluhan kesehatan, serta keterampilan praktis sebagai kader. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Sandy Kurniajati, dibantu dua anggota tim: Maria Anita Yusiana, S.Kep., Ns., dan Yoyok Febrijanto, M.Pd.
Sandy menambahkan bahwa melalui program ini, mereka menemukan kasus-kasus kesehatan seperti obesitas dan hipertensi pada lansia jemaat. Karena itu, pelayanan rutin dan kaderisasi menjadi penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga gereja.
“Harapannya, pendekatan Parish Nursing ini bisa menjadi model pelayanan kesehatan berbasis gereja yang berkelanjutan dan berdampak luas, terutama dalam membangun kepedulian jemaat terhadap kesehatan,” pungkasnya.



















