Stok Beras Tembus 80 Ribu Ton, Bulog Tulungagung Tambah Gudang

Kondisi gudang Perum Bulog Cabang Tulungagung.
Kondisi gudang Perum Bulog Cabang Tulungagung yang sudah penuh dengan stok beras dan jagung, sehingga perlu penambahan gudang untuk menanpung hasil serapan beras dan jagung dari para petani.(foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Stok beras yang dimiliki Perum Bulog Cabang Tulungagung hingga saat ini telah mencapai puluhan ribu ton. Kondisi tersebut membuat Bulog Tulungagung menambah gudang guna menyerap beras hasil panen raya secara maksimal.

Baca juga:Sebanyak 1.167 CJH Tulungagung Siap Berangkat Haji 2026, Ratusan Masuk Kategori Risiko Tinggi

Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan saat ini pihaknya memiliki stok beras melimpah yang mencapai lebih dari 80 ribu ton. Selain itu, pada tahun 2026 Bulog ditargetkan menyerap 64 ribu ton gabah setara beras dari petani di wilayah Tulungagung.

Read More

Saat ini, serapan gabah telah mencapai 47 persen dari target tahunan atau sekitar 30 ribu ton setara beras. Dengan stok gudang yang sudah melebihi 80 ribu ton, Bulog tengah berupaya menambah gudang pinjaman untuk menampung hasil serapan.

“Stok kami sekarang lebih dari 80 ribu ton, termasuk 30 ribu ton serapan tahun 2026. Artinya masih ada 34 ribu ton lagi yang perlu kami serap untuk memenuhi target,” kata Yonas, Sabtu (2/5/2026).

Yonas menjelaskan, saat ini Bulog memiliki enam gudang milik sendiri yang tersebar di Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Untuk menampung stok yang ada, Bulog juga telah menyewa enam gudang tambahan dari pihak swasta dan mitra.

Namun, dengan sisa target serapan yang masih mencapai 34 ribu ton, Bulog berencana menambah dua gudang sewaan lagi. Saat ini, pengajuan izin penggunaan gudang tambahan tersebut masih dalam proses di Perum Bulog Pusat.

“Total saat ini ada 12 gudang, terdiri dari 6 milik sendiri dan 6 sewaan. Karena sudah penuh, kami ajukan tambahan 2 gudang lagi sehingga total menjadi 14 gudang,” jelasnya.

Penambahan gudang juga dilakukan karena Bulog tidak hanya menyerap beras, tetapi juga jagung untuk program SPHP. Pada 2026, Bulog Tulungagung ditargetkan menyerap 11 ribu ton jagung dari petani.

Hingga kini, realisasi serapan jagung telah mencapai 9 ribu ton atau sekitar 81,82 persen dari target. Bulog optimistis target serapan beras maupun jagung dapat tercapai secara maksimal.

Baca juga:Sekolah Rakyat Tulungagung Dibangun 2026, Sasar Anak dari Keluarga Prasejahtera

“Serapan beras kami optimistis segera mencapai 100 persen, sedangkan jagung tinggal menunggu masa panen. Kami juga akan menyiapkan gudang sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *