Sumber Air Warga Alami Penurunan Debit, Permintaan Droping Air Bersih Meningkat

Sumber Air Warga Alami Penurunan Debit, Permintaan Droping Air Bersih Meningkat

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Memasuki musim kemarau, satu dusun di Kabupaten Tulungagung meminta dropping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung pada Kamis (21/9/2023).

Diketahui permintaan dropping air bersih tersebut lantaran sumber air warga dari HIPPAM, debitnya mulai berkurang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, dropping air bersih tersebut dilakukan pada Dusun Dawung, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Kamis (21/9) sekitar pukul 13.00 WIB kemarin.

Read More

Sehari sebelum dropping dilakukan, BPBD Tulungagung mendapat permintaan dari warga di sana untuk mengirimkan air bersih yang mana permintaan tersebut langsung disetujui. Diketahui, warga di sana selama ini menggunakan jaringan HIPPAM untuk mendapatkan air bersih.

“Kami diminta mengirim air bersih ke Dusun Dawung, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung yang mana permintaan langsung kami terima,” kata Gilang Zelakusuma, Minggu (24/9).

Kondisi debit air pada jaringan HIPPAM milik warga mulai mengalami penurunan debit pada musim kemarau ini. Akibatnya, setidaknya terdapat 100 kartu keluarga (KK) pada dusun tersebut yang terdampak pengurangan debit air akibat kekeringan.

Menurut Gilang, pemberian dropping air bersih ke dusun tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali selama memasuki musim kemarau tahun ini. Diketahui air bersih tersebut digunakan oleh warga untuk kebutuhan mandi, memasak maupun untuk kebutuhan air minum warga itu sendiri.

“Dropping kemarin itu untuk menjangkau warga yang belum mendapat air bersih. Total kami sudah melakukan dropping di sana sebanyak tiga kali,” ungkapnya.

Terkait total air bersih yang dikirim untuk warga, setidaknya membawa dua truk tangki air masing-masing  berisi 5 ribu liter air bersih. Dengan demikian total 10 ribu liter air bersih yang diberikan oleh BPBD Tulungagung untuk para warga terdampak kekeringan.

Kendati demikian, pihaknya masih melakukan monitoring di wilayah tersebut yang jika kondisi terus seperti ini, dropping akan terus dilakukan.

“Tidak hanya dropping, langkah yang kami lakukan berupa monitoring pada wilayah tersebut apabila debit air HIPPAM semakin menurun akan tetap kami lakukan dropping,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *