Madiun, SEJAHTERA.CO – Banjir tiap awal di musim hujan, tampaknya sudah melekat di wilayah Bok Malang, Desa Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
Kondisi tersebut terjadi lagi pada Sabtu (27/1/2024), sesaat setelah hujan deras melanda Kota Madiun.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Sumanto mengatakan, banjir di wilayah tersebut memang terjadi setiap tahunnya.
“Banjir ini bisa dikatakan banjir kiriman dari Daerah Kabupaten karena yang hujan daerah Gunung Wilis, jadi kalau kota sendiri hujan, sungai di sini tidak ada air karena masuk kota paling timur Sungai Rejomulyo,” ujarnya.
Dia melanjutkan, jika terjadi hujan itu daerah ketinggian atau Wungu ke atas, air akan masuk Sungai Piring dan terjadilah luapan air seperti saat itu.
Menurutnya, luapan air juga membawa material sampah ini akan terjadi hingga luapan air ke 5 kali. Setelah itu luapan air akan bersih tidak disertai sampah.
Terkait pencegahan, Sumanto mengatakan, sudah mengadakan bersih-bersih sebelum musim hujan, tapi banjir ini tidak bisa terhindarkan dikarenakan air melewati wilayah perkampungan.
“Upaya dari BPBD nanti setelah air surut akan membersihkan sampah agar saluran air bisa lancar,” pungkasnya.
Diketahui pihak BPBD juga mengamankan beberapa ular diantaranya ular kobra, ular air, dan sanca kembang.
Reporter:Rio/Andik



















