Tak Ada Angin dan Hujan, Rumah Seorang Janda di Ponorogo Tiba-tiba Roboh

Tak Ada Angin dan Hujan, Rumah Seorang Janda di Ponorogo Tiba-tiba Roboh
Kondisi rumah milik Kademi yang roboh

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Nasib pilu dialami Kademi warga Dusun Bakalan, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Rumah miliknya tiba tiba-tiba roboh rata dengan tanah.

Peristiwa itu terjadi saat cuaca cerah tanpa hujan maupun angin kencang. Beruntung, perempuan yang merupakan seorang janda yang tinggal seorang diri tersebut berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kademi mengaku saat rumah ambruk dirinya sedang duduk di dalam bangunan. Sebelum roboh, ia sempat melihat bagian kelambu rumah bergoyang. Tak lama kemudian, bangunan langsung runtuh.

Read More

“Saya lihat kelambunya goyang-goyang, terus rumahnya roboh. Saya sedang duduk di dalam. Setelah ambruk langsung keluar. Ya kaget,” ungkapnya.

Baca Juga :Pelaku Vandalisme Kereta Mbah Gleyor Diamankan, Ternyata ini Orangnya

Akibat kejadian itu, seluruh bangunan rumah nyaris rata dengan tanah. Untuk sementara, Kademi mengungsi ke rumah adiknya sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Warga sekitar, Misradi, mengatakan sebelum rumah roboh sempat terdengar suara kayu berderak. Namun, saat itu tidak ada hujan maupun angin yang diduga menjadi pemicu ambruknya bangunan.

“Katanya yang punya rumah dengar suara kretek-kretek, lalu tahu-tahu roboh. Waktu itu masih ada di dalam rumah, untung langsung keluar sehingga selamat. Cuma rambutnya penuh debu kena reruntuhan,” katanya.

Menurut Misradi, rumah tersebut telah berdiri lebih dari satu dekade. Kondisi kayu penyangga juga dinilai masih cukup baik dan tidak tampak lapuk maupun dimakan rayap.

Meski begitu, ia menyebut dalam sekitar satu bulan terakhir terdapat aktivitas penambangan di sekitar lokasi, berjarak kurang lebih 30 meter dari rumah korban.

Baca Juga :Persela Gelar TC di Kota Batu, Fokus Genjot Fisik Jelang Championship 2026/2027

“Suara alat berat bahkan kerap terdengar hingga permukiman warga. Kurang tau penyebabnya,” tegasnya.

Kepala Desa Nglewan, Suwandi, juga belum bisa menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil peninjauan lebih lanjut.

“Memang tidak ada angin maupun hujan. Di sekitar lokasi ada aktivitas tambang sekitar 30 meter dari rumah. Apakah ada kaitannya atau tidak, kami belum bisa memastikan,” ujarnya.

Pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Ponorogo. Selain mengupayakan bantuan bagi korban, warga juga bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan di lokasi.

“Sementara kita bantu untuk bersihkan material rumah yang roboh,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *