Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Jelang pelaksanaan debat publik perdana pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Ponorogo, yang digelar Rabu (23/10/2024) malam di Gedung Kesenian, Jalan Pramuka, Polres Ponorogo menerjunkan sebanyak 300 personel gabungan untuk melakukan pengamanan.
Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Dorong Produk UMKM Semakin Berdaya Saing dan Lolos Kurasi
Ratusan personel gabungan tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP Kabupaten Ponorogo serta instansi lainnya. Ratusan personel gabungan akan bertugas dan disebar untuk mengamankan di sekitar lokasi acara debat publik perdana.
“Kalau dari kepolisian itu 250 personel, sisanya dari TNI, Dishub, Satpol PP dan instansi lainnya di Kabupaten Ponorogo,” ungkap Kabag Ops Polres Ponorogo, Kompol Edy Suyono, Rabu (23/10/2024).
Baca Juga :Mas Dhito Hadir di Tengah Warga Desa Gadungan Puncu dan Jaminan Kesehatan bagi Warga
Pihaknya mengakui jika personel yang diterjunkan pada pelaksanaan debat lebih banyak ketimbang pada saat pengamanan nomor urut paslon beberapa waktu lalu. Hal tersebut menurut Edy lantaran pihak Polres Ponorogo tidak mau mengambil risiko.
“Kami tidak mau mengambil risiko, apalagi ini debat publik perdana, jadi kami menyiagakan 300 personel gabungan,” jelas Edy.
Edy menyampaikan jika 300 personel gabungan tersebut akan disebar dan diklasifikasikan dalam 3 ring. Ring pertama berada di dalam gedung kesenian, ring kedua berada di luar lokasi debat, dan ring ketiga berada di sekitar ruas jalan lokasi debat.
Baca Juga :Bawaslu Kota Madiun Hentikan Dugaan Kasus Politik Uang Kampanye Akbar Paslon Bonus, ini Alasannya
“Untuk arus Jalan Pramuka akan dilakukan penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas,” imbuhnya.
Disinggung soal masa pendukung paslon yang akan datang, Edy menyebut jika pihaknya telah melakukan langkah antisipatif. Mulai penyekatan hingga penggunaan id card khusus untuk bisa masuk ke dalam lokasi debat.
Pun, dalam rakor yang digelar antara tim paslon serta kepolisian telah disepakati jumlah maksimal pendukung yang diperbolehkan masuk.
Baca Juga :Geger, Video Wikwik Diduga PMI Warga Blitar, Ada Adegan Jilat “Permen”
“Mereka yang boleh masuk hanya yang menggunakan id card. Selebihnya menunggu di luar. Jadi kami juga berjaga-jaga di jalan depan gedung kesenian,” pungkasnya.



















