LAMONGAN, SEJAHTERA.CO – Tangis histeris keluarga tak terbendung saat jenazah Jumbrik (52), salah satu korban meninggal dalam musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8, tiba di rumah duka Perumahan Made Great Residence, Kelurahan Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca juga:Pegawai Kafe di Lamongan Mengaku Dikeroyok Tiga Orang di Ruang Makeup, Kasusnya Ditingkatkan Polisi
Jumbrik merupakan Kepala Kamar Mesin (KKM) KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin. Jenazahnya berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Selasa (22/9/2026) sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.
Kedatangan mobil ambulans yang membawa peti jenazah disambut Isak tangis haru sanak keluarga, kerabat, dan tetangga yang telah memadati rumah duka sejak siang. Sejumlah warga berusaha menguatkan dan merangkul ibu almarhum yang tak kuasa menahan duka mendalam.
Usai disemayamkan dan disalatkan di Masjid Darush Shofa kompleks perumahan setempat, jenazah almarhum langsung diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Dusun Sawu, Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan.
Di mata warga setempat, almarhum dikenal sebagai sosok yang hangat dan aktif berbaur dalam kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan saat sedang tidak bertugas melaut.
“Pak Jumbrik orangnya sangat baik dan suka berbaur dengan warga. Beliau aktif di masjid, sering bersedekah, dan rutin berkurban saat Iduladha,” kenang Hanif, salah seorang tetangga almarhum.
Kepala Desa Made, Eko Widianto, membenarkan bahwa almarhum merupakan warganya yang menjadi kru dalam pelayaran nahas tersebut. “Memang benar almarhum warga kami. Pemdes memfasilitasi proses penyambutan hingga pemakaman berjalan lancar,” ujar Eko.
Baca juga:Pegawai Kafe di Lamongan Mengaku Dikeroyok Tiga Orang di Ruang Makeup, Kasusnya Ditingkatkan Polisi
Berdasarkan data Pusdalops TRC PB, KMP Virgo Transport 8 tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Dari lima jenazah yang berhasil diidentifikasi tim DVI, dua di antaranya warga Jawa Timur, yakni Anas (45) asal Bangkalan dan Jumbrik (52) asal Lamongan.



















