Jakarta, SEJAHTERA.CO – Pelatih Timnas Indonesia yang baru, Patrick Kluivert, sudah datang ke Jakarta untuk memperkenalkan di utamanya pada wartawan.
Sejumlah strategi Timnas Indonesia nanti, utamanya lewat permainan menyerang juga sudah diungkapkan Patrick Kluivert di Hotel Mulia Jakarta.
Baca Juga :Perbaikan Jalan Amblas Tinggal Menunggu DED, Ini Penjelasan Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo
Sejumlah pemain yang bakal memperkuat Timnas Indonesia, sepertinya juga sudah dibenak Patrick Kluivert, meski belum diumumkan secara pasti.
Dari sejumlah pemain Timnas Indonesia yang selama ini ditangani pelatih lama, Shin Tae-yong, kabarnya ada yang dicoret dan ada dipakai lagi.
Bahkan dari sejumlah pemain diaspora ada saat ini, Patrick Kluivert juga masih akan merekrut pemain asing pilihannya sendiri untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Baca Juga :Harga Telur Ayam Terjun Bebas Usai Nataru, di Kabupaten Kediri Eceran Tinggal Rp 25.000 Perkilogram
Lalu beberapa asisten pelatih juga disiapkan, termasuk yang sudah pasti yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat yang masing-masing juga dari Belanda.
Dengan strategi permainan serta pemain pilihannya, Patrick Kluivert ingin membawa Timnas Indonesia, lolos ke Piala Dunia 2026 mendatang.
Harapan atau keinginan ini, tentunya sama dengan rakyat Indonesia, utamanya penggemar berat Timnas Indonesia yang sudah terlanjur gila bola (gibol).
Namun bersamaan dengan kedatangan pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, juga banyak menimbulkan pro kontra yang tajam di kalangan gibol.
Sebagian ada pro atau menerima kedatangan Patrick Kluivert secara positif dengan harapan, Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Sementara penggemar yang lain ada masih kontra atau setuju dengan pelatih lama Timnas Indonesia Shin Ta-yong.
Baca Juga :Pj Walikota Batu Bagikan Susu Sehat Nandhi Murni Gratis ke Siswa
Dengan berbagai upaya unggahan di media sosial, mereka menggalang untuk mempertahan Shin Tae-yong. Ada yang memprovokasi untuk mengosongkan SUGBK ketika Timnas Indonesia bermain.
Kemudian penggemar Timnas Indonesia yang netral, justru tidak mempermasalahkan siapa pelatihnya. Sepertinya, mereka tidak butuh janji tapi bukti.
Seperti komentar Ucok Garpu yang netral pada unggahan media sosial Facebook beberapa waktu lalu.
Baca Juga :Kiai Cabul Diduga Lakukan Pelecehan Saat Korban Tidur Dikamar Santri
Silakan cari uang… tp jangan jadi provokator… Jangan hilangkan jiwa nasionalisme kita.. Kita buktikan dulu pelatih baru. Berprestasi atau tidaknya. PSSI yang bertanggung jawab…
Sekadar diketahui, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert merupakan pemain legenda Tim Belanda.
Pada eranya dia merupakan striker terbaik Belanda sekaligus sejumlah klub papan atas Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, CF Valencia, Newcastle United, PSV dan Lille.
Menurut Patrick, hal terpenting terkait Timnas Indonesia lainnya adalah kemampuan para pemain dalam memahami taktiknya. Karena itu, proses adaptasi menjadi krusial.
Baca Juga :Proyek Flyover Kali Bambang, Gusur 486 Makam, Warga Mulai Bongkar dan Pindahkan Jenazah
Soal antusias dan fanatiknya suporter timnas Indonesia, Patrick Kluivert mengaku tahu hal tersebut. Ia menyebut Timnas Indonesia didukung fans fanatik dan militan.
“Saya adalah orang yang suka dengan tekanan. Dengan tekanan saya bisa benar-benar tampil baik. Poin pentingnya adalah kami bisa terus berusaha yang terbaik,” katanya.
“Saya tidak takut dengan tekanan dan saya akan menerapkan prinsip dan pemikiran saya kepada para pemain dengan segala tekanan yang ada sebagai satu tim untuk beberapa pertandingan ke depan,” jelas pelatih yang pernah menangani Timnas Curacao tersebut.
Baca Juga :Bersih-bersih Lingkungan untuk Cegah DBD dan Chikungunya di Desa Deyeng Kediri
Debut Kluivert akan dimulai saat Timnas Indonesia melawan Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret.
Dilanjutkan melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta tanggal 25 Maret mendatang.
Laga tersebut merupakan pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C Zona Asia.



















