Ngajuk, SEJAHTERA.CO – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa keluarga anggota Polres Nganjuk mulai terkuak setelah polisi menangkap terduga pelaku. Korban, Elvy Nurhayati (41), istri anggota Polsek Kertosono, ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Pelaku yang diduga sebagai kekasih gelap korban berhasil diringkus pada Rabu (26/11/2025).
Polisi mengamankan terduga pelaku berinisial DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan informasi yang dihimpun, DS sempat menginap di kos korban sebelum menghabisi nyawanya.
Beredar kabar bahwa hubungan antara Elvy dan DS, yang disebut sebagai Danang Susilo, merupakan hubungan asmara di luar pernikahan. Seorang rekan kerja Elvy yang meminta namanya dirahasiakan membenarkan bahwa korban dan suaminya sudah lama pisah ranjang.
Baca Juga :Pick-up Oleng Saat Dini Hari, Tabrak Truk di Jembatan Kertosono: Satu Luka-Luka
“Pacarnya Bunda itu… duh panjang itu ceritanya. Pisah ranjang sama suaminya intinya, terus ngekos di situ,” ujar narasumber tersebut, Kamis (27/11/2025).
Elvy sendiri diketahui bekerja sebagai penyalur kredit kendaraan bermotor dan elektronik, bekerja sama dengan salah satu toko elektronik terbesar di Nganjuk.
“Ini kontaknya, yang kasih nama dia sendiri ‘Bunda Elvy’,” tambah narasumber itu.
Keluarga Elvy sebelumnya tinggal di Kertosono. Suaminya, Bripka Iswandi, merupakan anggota Polsek Kertosono yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Lambangkuning. Dua anak mereka juga bersekolah di SMAN 1 Kertosono.
Peristiwa ini makin memilukan karena turut melibatkan dua anak korban. Salah satunya meninggal dunia, sementara satu anak lainnya dalam kondisi kritis.
Selain dugaan konflik asmara, polisi juga mendalami kemungkinan motif penguasaan harta. Narasumber lain menyebut pelaku Danang tidak hanya menjalin hubungan dengan Elvy, tetapi juga diduga menguasai sejumlah aset milik korban.
“Kabarnya Elvy punya beberapa aset, salah satunya mobil yang kini dikuasai terduga pelaku,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif pasti di balik pembunuhan tersebut, apakah murni karena konflik asmara atau berkaitan dengan penguasaan harta korban.
Penangkapan DS dilakukan setelah penyelidikan mendalam oleh Polres Nganjuk. Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto, mengatakan pihaknya belum dapat menjelaskan detail motif karena masih dalam proses pendalaman.
“Belum, belum ada informasi seperti itu. Semua masih didalami,” kata Supriyanto.
Baca Juga :Retakan Tanah 70 Meter Muncul Lagi di Ponorogo, Tiga Rumah Terancam Longsor
Ia menambahkan, satu korban yang kritis masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara, sementara korban meninggal telah dibawa ke Purwoasri pada Kamis malam.



















