Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Pace Nganjuk, Evakuasi Berlangsung Sulit

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Pace Nganjuk, Evakuasi Berlangsung Sulit
Mayat pria tanpa busana ditemukan mengambang di Sungai Pace Nganjuk, kondisi sulit dikenali.(foto: istimewa)

Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Warga di sekitar aliran Sungai Pace, Kabupaten Nganjuk, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang pada Rabu (26/11/2025) sore.

Kapolsek Pace Polres Nganjuk, AKP Pujo Santoso, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 16.00 WIB. Tim gabungan dari Polsek Pace dan beberapa instansi terkait segera menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut.

“Sesampainya di sana, benar ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi mengambang, posisi tengkurap, tanpa busana, hanya mengenakan celana kolor berwarna biru,” ujar AKP Pujo saat dikonfirmasi, Jumat (28/11/2025).

Read More

Lokasi penemuan berada di bagian sungai dengan lebar sekitar tiga meter. Menurut Kapolsek, titik tersebut sebenarnya tidak tergolong rawan kecelakaan air.

Baca Juga :Terduga Pembunuh Istri Anggota Polisi di Nganjuk Ditangkap, Motif Asmara dan Harta Masih Didalami

Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena medan yang sulit. Jarak lokasi penemuan ke jalan raya mencapai sekitar 500 meter sehingga menyulitkan petugas.

Dengan bantuan BPBD dan tim medis, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah diangkat dari sungai, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga Jumat, identitas korban belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen maupun tanda pengenal di lokasi. Kondisi jenazah juga sudah memburuk akibat terlalu lama berada di air.

“Korban langsung kami bawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi jenazah sudah rusak dan sulit dikenali,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menerima laporan orang hilang dari wilayah Jampes, berupa pria sekitar usia 70 tahun. Namun, setelah keluarga didatangkan, mereka tidak dapat memastikan apakah korban adalah kerabat mereka karena kondisi jenazah sudah membusuk.

Baca Juga :Pick-up Oleng Saat Dini Hari, Tabrak Truk di Jembatan Kertosono: Satu Luka-Luka

Berdasarkan ciri fisik yang tersisa, Kapolsek Pace memperkirakan usia korban berada di kisaran 50–60 tahun. Proses identifikasi masih dilakukan di RS Bhayangkara untuk memastikan identitasnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, AKP Pujo Santoso mengimbau keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, terutama yang mengalami kepikunan, agar lebih mengawasi aktivitas mereka.

“Jangan dibiarkan keluar sendirian karena risiko terpeleset atau hanyut bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *