Ternyata ini Alasan Laga Persik Kediri vs Madura United Digelar di Gelora Joko Samudro Gresik

Ternyata ini Alasan Laga Persik Kediri vs Madura United Digelar di Gelora Joko Samudro Gresik
Ketua Panpel Persik Kediri saat memberikan keterangan soal alasan memilih Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Persik Kediri mengambil keputusan untuk pindah home base di laga kedua Super League musim 2025/2026 menghadapi Madura United pada Sabtu (16/8/2025) sore.

Laga Derbi Jatim itu sebelumnya dijadwalkan di Stadion Brawijaya Kota Kediri, kini digelar di Stadion Gelora Joko Samudro. Stadion Brawijaya masih dalam perbaikan menjadi alasan utama bagi Persik Kediri untuk pindah home base.

“Stadion belum siap, lampunya juga belum ada pergerakan untuk dibenahi. Lampu wajib minimal 1500 Lux dan Stadion Brawijaya belum memenuhi itu,” ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo, Kamis (14/8/2025).

Read More

Widodo menuturkan, ruang ganti pemain juga sedang dalam perbaikan. Sedangkan rumput lapangan sudah siap digunakan. Proses pengerjaan lampu stadion berdasarkan koordinasinya dengan dinas terkait diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 bulan.

Baca Juga :Pelaku Pembunuhan di Ponorogo Tertangkap, ini Tampangnya

“Bisa jadi pertengahan Oktober kita bisa kembali ke Kediri. Mudah-mudahan bisa lebih cepat dan lebih baik,” ucapnya.

Dengan pengerjaan lampu tersebut, pertandingan Persik Kediri maksimal sebanyak 4 kali bermain di luar Stadion Brawijaya meskipun statusnya sebagai kandang alias tuan rumah.

“Kita menunggu pemilik stadion agar memenuhi lampu, kalau sudah oke pasti kita kembali bermain di Stadion Brawijaya,” tuturnya.

Alasan Memilih Stadion Gelora Joko Samudro Kabupaten Gresik

Persik Kediri sebenarnya mempunyai tiga opsi stadion untuk laga kandang selama Stadion Brawijaya dalam perbaikan. Ketiga stadion tersebut yakni Gelora Joko Samudro, Surajaya Lamongan, dan Gelora Delta Sidoarjo.

Baca Juga :Dapur Terbakar di Plosojenar Ponorogo, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Pria disapa akrab Widodo Hunter ini mengaku, sebelumnya sudah melakukan survei di tiga stadion tersebut.

Opsi pertama sebenarnya Stadion Gelora Delta Sidoarjo karena aksesnya dekat dengan tol dan tidak ada macet. Sedangkan, Stadion Surajaya Lamongan pertimbangannya jauh dari jalan tol.

Sementara, Stadion Gelora Joko Samudro kebetulan tidak dipakai klub sehingga memutuskan untuk memilihnya sebagai home base.

“Kami putuskan memilih Gelora Joko Samudro karena bulan September itu ada agenda Timnas Indonesia di Gelora Delta Sidoarjo. Itulah yang menjadi kita harus ke Gresik,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *