Jombang, SEJAHTERA.CO – Penjaringan siswa Sekolah Rakyat Jombang tak dilakukan sembarangan.
Proses seleksi siswa dilakukan ketat dan berbasis data resmi, demi memastikan program afirmatif pendidikan ini benar-benar menyasar kelompok paling membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menyebut bahwa seluruh siswa yang diterima merupakan fresh graduate dari jenjang sebelumnya dan berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah.
“Kita ambil dari keluarga dengan kondisi ekonomi terendah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendamping PKH sudah turun langsung melakukan penjaringan sesuai arahan Kementerian Sosial,” kata Hari, Senin (14/7/2025), di sela mulainya Sekolah Rakyat.
Baca Juga :Gerombolan Pemotor Gondol Motor Karyawan Ritel Modern di Diwek, Aksi Terekam CCTV
Tak berhenti di situ, hasil penjaringan kemudian dikonfirmasi ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui verifikasi lapangan.
“Setelah daftar siswa mengerucut jadi 100 nama, BPS turun melakukan cross check ke rumah masing-masing. Jadi semua proses betul-betul berbasis data dan lapangan,” imbuhnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional berbasis boarding school yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Seluruh pembiayaan, termasuk seragam, makan, tempat tinggal, serta kebutuhan dasar lainnya, ditanggung penuh oleh Kementerian Sosial.
Menurut Hari, siswa yang kini sudah mulai tinggal dan belajar di SKB Mojoagung merupakan angkatan perdana. Mereka masih mengenakan seragam dari sekolah sebelumnya karena seragam resmi dari Sekolah Rakyat masih dalam proses pengadaan.
Baca Juga :Gerombolan Pemotor Gondol Motor Karyawan Ritel Modern di Diwek, Aksi Terekam CCTV
“Yang penting bukan bajunya, tapi semangat dan proses belajarnya. Semuanya sudah dimulai,” tegasnya.
Saat ini, seluruh siswa juga telah menjalani pemeriksaan medis. Hari memastikan bahwa siswa dengan kondisi kesehatan tertentu tetap bisa tinggal dan belajar di asrama.
“Kami pastikan tidak ada yang dipulangkan. Kalau ada yang sakit pun, akan tetap kita dampingi dan ditangani medis. Sekolah Rakyat ini tidak hanya mendidik, tapi juga merawat,” pungkasnya.
Dari total 100 siswa, 50 merupakan lulusan SD yang kini masuk jenjang SMP, dan 50 lainnya adalah lulusan SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA.
Disambut Langsung Bupati Warsubi
Sementara itu, hari pertama MPLS ini juga ditandai dengan kunjungan langsung Bupati Jombang, Warsubi. Orang nomor satu di Kabupaten Jombang itu menyapa langsung para siswa dan orang tua yang mengantar.
Baca Juga :Tiket Pramusim Persik Kediri vs Asian Warrior dan Peluncuran Tim Dibuka, ini Daftar Harganya
Dalam sambutannya di hadapan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8, Bupati Warsubi menekankan pentingnya membangun masa depan dari tekad dan doa.
“Saya yakin kalian yang telah dipilih oleh rakyat Jombang ini punya cita-cita besar. Belajarlah sungguh-sungguh agar kelak bisa menjadi kebanggaan keluarga dan membawa Jombang lebih maju,” pesan Warsubi, Senin (14/7).
Ia juga berpesan agar siswa memperkuat keimanan. “Dirikan salat, tekunlah mengaji, dan perbanyak doa. Dengan ilmu dan doa, insya Allah semua cita-cita akan terwujud,” ujarnya.
Warsubi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek, melainkan bagian dari misi membentuk pemimpin masa depan. Ia berharap siswa kelak dapat mengisi berbagai posisi penting, dari kepala desa hingga presiden.
“Visi ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Baca Juga :Walikota Batu Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Tingkatkan Ketenagakerjaan dan Vokasi
Perlu untuk diketahui, Kabupaten Jombang sendiri merupakan satu dari 63 daerah yang terpilih dalam tahap awal program Sekolah Rakyat Terintegrasi secara nasional.
Kehadiran sekolah ini merupakan sebuah upaya dalam memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan.



















