Tiga Hari Keluar Rumah, Pria Lansia di Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Klantur, Diduga Ini Penyebabnya

Tiga Hari Keluar Rumah, Pria Lansia di Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Klantur, Diduga Ini Penyebabnya
Petugas kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban yang ditemukan meninggal dunia mengapung di sungai klantur masuk Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo (Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Lansia ditemukan meninggal dunia pada aliran Kali Klantur masuk Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, KabupatenTulungagung. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan hilang karena tak pulang usai keluar rumah tiga hari yang lalu.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, korban diketahui bernama Katijan (75) warga Desa Kedoyo Kecamatan Sendang Tulungagung. Awalnya, pada Rabu (23/4/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, salah seorang warga yang sedang memancing di sungai klantur mendapati sesuatu mengapung di sungai.

Dari kejauhan, saksi tidak menduka jika sesuatu yang mengapung itu adalah mayat dan mengira hanya satu benda saja yang mengapung terbawa arus sungai. Namun, saat sudah dekat, saksi terkejut lantaran mengetahui jika sesuatu yang terapung itu merupakan sesosok mayat dengan posisi telungkup.

Read More

“Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang pemancing di aliran sungai klantur masuk Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga :DPRD Kabupaten Kediri Apresiasi Capaian Produksi Padi

Mendapati sesosok mayat terapung, saksi kemudian melaporkan temuan itu ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sendang dan Polsek Pagerwojo. Setelah menerima laporan itu, petugas segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban.

Setelah korban berhasil dievakuasi dari sungai ke daratan, petugas Tim Inafis Polres Tulungagung segera melakukan fisum luar pada jasad korban untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Namun, petugas tidak mendapati adanya tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada jasad korban.

“Petugas Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan, tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada korban,” ungkapnya.

Petugas kemudian menghubungi keluarga korban untuk segera datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan jasad korban serta dimintai keterangan. Diketahui, pihak keluarga korban menyebut jika korban sudah keluar dari rumah sejak tiga hari yang lalu sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga :Kasus Pengeroyokan Menewaskan Pelajar, Lima Tersangka Anak Dilimpahkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri

Menurut Nanang, pihak keluarga korban memberikan kesaksian jika korban yang sudah lanjut usia sering mengalami penyakit lupa ingatan atau pikun. Sesuai keterangan keluarga korban itu, petugas menduga korban terjatuh dan terpeleset dari ketinggian sekitar 20 meter saat berjalan di dekat tebing.

“Pihak keluarga atau ahli waris menerima kejadian itu sebagai takdir dan tidak akan menuntut pihak manapun baik secara Hukum Perdata atau Hukum Pidana dengan dikuakan adanya surat pernyataan yang dibuat keluarga atau ahli waris,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *