Imbang 1-1 Lawan Pesik Kuningan, Budiardjo Thalib Pelatih Inter Kediri Soroti Keputusan Wasit

Imbang 1-1 Lawan Pesik Kuningan, Budiardjo Thalib Pelatih Inter Kediri Soroti Keputusan Wasit
Pelatih Inter Kediri Budiardjo Thalib saat memberikan komentar hasil pertandingan (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Hasil seri kembali diraih Inter Kediri saat menghadapi Pesik Kuningan dalam laga lanjutan Grup J babak 64 besar Liga 4 Nasional, Kamis (24/4/2025). Pertandingan yang digelar di Stadion Brawijaya Kota Kediri ini berakhir dengan skor 1-1.

Dalam laga sore itu, Inter Kediri harus bermain 10 orang karena kehilangan satu pemainnya yakni Raikhan Daffa Alfaiz setelah diganjar kartu merah oleh wasit pertandingan lantaran melakukan pelanggaran pada pemain Pesik Kuningan.

Pada menit 34, Inter Kediri mengubah kedudukan menjadi 1-0 lewat gol yang diciptakan Ahmad Dedi. Selanjutnya, Pesik Kuningan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 60 lewat tendangan penalti.

Read More

Baca Juga :Tiga Hari Keluar Rumah, Pria Lansia di Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Klantur, Diduga Ini Penyebabnya

Ahmad Irvan Zakaria yang ditunjuk untuk mengeksekusi tendangan berhasil memasukkan bola ke gawang Inter Kediri. Tidak ada gol tambahan kedua tim hingga wasit meniup peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan babak kedua.

Pelatih Inter Kediri Budiardjo Thalib menyoroti kinerja atau kepimpinan wasit pertandingan yang dianggap tidak bagus. Dia melihat, pengadil lapangan itu mempersulit timnya dengan melakukan berbagai macam cara agar Pesik Kuningan bisa memenangkan pertandingan.

“Ada hal mengganjal setiap duel mereka menang, saya mau protes juga soal keputusan. Saya cuman berharap bagaimana kepimpinan wasit ini bisa lebih bagus lagi,” katanya usai pertandingan.

Baca Juga :Pemkab Jombang Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat

Meski begitu, Budiardjo Thalib bersyukur karena bisa meraih satu poin meskipun di babak pertama harus kehilangan satu pemainnya karena mendapatkan kartu merah. Bermain 10 orang, pelatih asal Makassar itu mengubah taktikal formasi dari 4-3-3 menjadi 3-5-2 untuk mengedepankan defending dan counter attack ketika menyerang.

“Alhamdulillah pemain yang bertanding sore ini pahlawan kita. Walaupun kalah jumlah dengan bermain 10 orang, anak-anak bisa bermain keluar lepas untuk menyerang,” ucapnya.

Dirinya juga melihat ada kekurangan soal finishing atau penyelesaian salah satu pemainnya ketika membawa bola. Menurutnya, pemain tersebut hanya mengandalkan individual, padahal sudah mengevaluasi soal penyelesaian ketika latihan bagaimana mereka bisa bermain dengan tim.

Tak hanya itu, ada beberapa pemain posisinya menguntungkan dan harus membuat gol, namun bolan tidak kunjung diberikan.

Baca Juga :Wakil Bupati Kediri Lepas 1078 Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri

“Hal inilah yang mereka tidak disepakati dari awal padah saya ingatkan sebagai pelatih. Tentu ini menjadi evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” ungkap Budiardjo Thalib.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *