Tiga Pakar Perikanan IPB Beri Pelatihan kepada Pembudidaya Ikan Lele Kabupaten Kediri

Tiga Pakar Perikanan IPB Beri Pelatihan kepada Pembudidaya Ikan Lele Kabupaten Kediri
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri H. Nur Hafid bersama tiga pemateri dari IPB dalam Program Dosen IPB Pulang Kampung di UPT PBAT Dinas Perikanan Kabupaten Kediri (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pemkab Kediri dalam hal ini Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berkolaborasi fakultas Perikanan dan Kelautan Insitut Pertanian Bogor (IPB) adakan pelatihan untuk pembudi daya ikan lele di gedung UPT PBAT Dinas Perikanan Kabupaten Kediri.

Kegiatan pelatihan untuk pembudidaya ikan lele ini diikuti 50 peserta, dan terbagi dalam dua sesi. Satu sesi ada 25 orang. Fokus
utama pelatihan adalah pada topik “Produksi Induk dan Benih Unggul Ikan Lele”,

H. Nur Hafid Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri menjelaskan, tiga pakar ini hadir di Program Dosen IPB Pulang Kampung.

Read More

Tiga pembicara dari Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB tersebut Prof. Dr. Sri Yunarti S. Pi, M.Si, Sekretaris Program studi Aqua Culture Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB, Prof. Dr. Alimudin Ketua Jurusan Budi daya perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB, serta Prof. Dr. Widanarti ahli probiotik Aquaculture Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB.

Baca Juga :Bhabinkamtibmas Kaliombo Dampingi Tim Penilai Lomba Zero Waste DLHKP Kota Kediri

“Kegiatan ini sebagai upaya pemajuan pembudidaya ikan lele di Kabupaten Kediri bisa menambah wawasan baru. Tahun 2024 produksi benih ikan lele di Kabupaten Kediri 17 milliar ekor dan target tahun 2025 ini ada 18 milliar ekor benih ikan lele,” kata Nur Hafid, Rabu (30/7/2025).

Prof. Dr. Sri Winarti menjelaskan untuk tahun ini merupakan tahun kedua program dosen IPB pulang kampung. Hal ini merupakan hasil penelitian dari dosen dosen Fakultas Perikanan IPB untuk diedukasikan dan disosialisasikan ke masyarakat. Utamanya untuk pembenih pembudidaya ikan lele di Kabupaten Kediri.

Winarti menambahkan saat ini penting menjaga imunitas dan kesehatan ikan dalam budi daya ikan lele. Lebih penting diperhatikan pembudidaya ikan lele dalam cuaca seperti saat ini, kesehata ikan harus dijaga.

“Perlunya suplemen makanan tambahan untuk kesehatan ikan lele. Pertumbuhan benih ikan, pembesaran hingga tingkat kunsumsi ikan lele di Kabupaten Kediri berkembang dengan baik, ” katanya.

Sedangkan Prof Dr Alimurdin menyampaikan pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun sektor perikanan yang lebih inovatif dan kompetitif.

Baca Juga :Peringati Hari Sungai Nasional, Babinsa dan Warga Bersihkan Sungai Kresek

Melalui kegiatan ini, IPB University berkomitmen untuk terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Untuk materi mengenai strategi seleksi induk dan pemanfaatan fitohormon dari ekstrak buah pinus untuk mempercepat proses pematangan gonad, ” jelasnya.

Sementara, Prof. Dr. Winarni menyampaikan manfaat penggunaan probiotik Bacillus NP5 dalam meningkatkan efisiensi reproduksi induk lele.

Dalam penjelasannya, materi seleksi induk menitikberatkan pada pentingnya memilih induk dengan kualitas fenotip unggul, seperti ukuran tubuh, warna, gerakan, serta kondisi organ reproduksi, sebagai dasar untuk menghasilkan benih berkualitas tinggi.

Di sisi lain, fitohormon dari buah pinus diperkenalkan sebagai alternatif alami yang ramah lingkungan untuk merangsang ovulasi.

Baca Juga :Semester I 2025, APBN Kediri Raya Cetak Kinerja Positif, ini Angka Lengkapnya!

“Penggunaan Bacillus NP5, yang diisolasi dari saluran pencernaan ikan nila, juga ditunjukkan mampu mempercepat pematangan gonad dan meningkatkan ketahanan induk terhadap stres,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *