Jombang, SEJAHTERA.CO – Sedikitnya tiga rumah warga di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami kerusakan serius akibat longsoran tanah di tepi sungai.
Akibatnya, bagian dapur dan kamar mandi rumah-rumah tersebut kini menggantung tanpa penyangga yang aman, memicu kekhawatiran warga terutama menjelang musim hujan.
Longsor terjadi menyusul hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu. Sejumlah dapur rumah rusak berat dengan retakan besar dan dinding yang menganga ke arah sungai.
Warga pun terpaksa menutup akses dapur dan kamar mandi karena rawan roboh.
Baca Juga :Bentrok Rombongan Pesilat dan Warga di Madiun, Empat Luka dan Tiga Motor Rusak
“Di depan pintu sudah langsung sungai. Dapur saya sudah hanyut, tinggal segini. Belum ada tindak lanjut dari pemerintah. Harapan saya sebelum musim hujan datang, sudah ada tindakan,” kata Fatmawati, salah satu warga terdampak, Kamis (11/7/2025).
Kondisi serupa juga dialami oleh Budi, warga sekitar. Ia menyebut bahkan sebuah mushola di tepi sungai sudah roboh, dan rumah tetangganya kini menggantung tanpa penyangga kuat.
“Kalau dibilang parah, ya contohnya mushola ini sudah roboh. Rumah sebelah juga sudah menggantung dan sangat membahayakan penghuninya,” ucapnya.
Budi menjelaskan bahwa kerusakan semakin parah dalam lima hari terakhir karena kikisan air sungai yang terus menggerus tebing tanah.
Warga berharap Pemkab Jombang segera memasang bronjong atau penahan longsor untuk mencegah kerusakan lebih luas.
Baca Juga :PPDB 2025: 45 SMP Negeri di Ponorogo Tak Penuhi Pagu, Empat Sekolah Hanya Dapat Kurang dari 10 Siswa
“Ini dampaknya juga bisa memperparah banjir. Kalau tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin longsor meluas dan lebih banyak rumah yang rusak,” tambah Fatmawati.
Pantauan di lapangan menunjukkan tiga rumah yang bagian belakangnya sudah menggantung di atas sungai, serta satu mushola yang roboh total.
kini hidup dalam kecemasan menjelang musim hujan, menanti aksi cepat dari pemerintah daerah agar bencana tidak kembali terulang dan membahayakan jiwa.



















