Madiun, SEJAHTERA.CO – Bentrok antara rombongan pesilat dan warga terjadi di Dusun Bandungan, Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Rabu (9/7/2025) malam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang luka-luka, dua rumah rusak, dan tiga sepeda motor hancur.
Bentrok bermula saat rombongan pesilat melintas di kawasan tersebut seusai mengikuti acara tasyakuran di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Saat berada di kawasan permukiman, diduga terjadi adu mulut antara rombongan pesilat dan warga yang kemudian berujung saling lempar dan bentrok fisik.
Baca Juga :PPDB 2025: 45 SMP Negeri di Ponorogo Tak Penuhi Pagu, Empat Sekolah Hanya Dapat Kurang dari 10 Siswa
Empat warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan kaki akibat bentrokan tersebut. Selain itu, dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian kaca jendela, dan tiga sepeda motor rusak berat karena amukan massa.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, membenarkan adanya penanganan atas insiden tersebut.
Sejumlah terduga pelaku telah diamankan oleh jajaran kepolisian dan kasus ini masih dalam proses pendalaman.
“Sudah kami amankan beberapa terduga pelaku. Masih dalam pengembangan,” ujar AKBP Kemas melalui pesan singkat, Kamis (10/7/2025).
Pihak Polres Madiun saat ini masih menyelidiki pemicu utama bentrokan, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur provokasi yang menyebabkan kerusuhan meningkat.
Baca Juga :Pasar Induk Gadang Kota Malang Bakal Ditata Ulang 3 Tahun ke Depan
Kapolres juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi agar tetap kondusif.
“Kami minta semua pihak tetap menahan diri. Jangan sampai situasi makin memanas,” tegasnya.
Polisi telah meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah Saradan guna mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat serta tokoh perguruan pencak silat untuk meredam ketegangan.



















