Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Toko pracangan di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung hampir ludes dilahap si jago merah, Jumat (18/10/2024).
Baca Juga :Tol Kediri – Tulungagung dan Akses ke Bandara Dhoho Diperkirakan Selesai Akhir Tahun 2025
Kebakaran itu terjadi karena toko pracangan tersebut dalam kondisi kosong dengan kipas angin yang menyala saat ditinggal pemiliknya pergi.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan, toko pracangan milik Miasri.
Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh warga setempat yang melihat adanya asap hitam dari dalam toko pracangan tersebut.
Baca Juga :Istri Minggat ke Rumah Anak, Warga Sawentar Blitar Pilih Gantung Diri
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.40 WIB, dimana pada saat itu, toko pracangan tersebut dalam kondisi kosong usai ditinggal pemiliknya pergi.
Tetangga korban yang mengetahui kejadian itu sempat panik dan meminta pertolongan warga setempat, mengingat toko korban dan saksi yang berdempetan.
“Saksi yang mengetahui kejadian ini merupakan Yuyun, dimana rumah Yuyun dan toko pracangan korban ini berdempetan,” kata Artista Nindya Putra, Jum’at (18/10/2024).
Baca Juga :Polres Madiun Kota Edukasi Pelajar Tentang Safety Riding dan Rambu Lalu Lintas
Mengetahui saksi berteriak meminta tolong, warga setempat kemudian bergegas keluar dari rumah masing-masing dan segera menuju toko pracangan tersebut.
Kepanikan semakin menjadi-jadi lantaran di toko pracangan itu banyak barang mudah terbakar terutama adanya gas LPG melon.
Warga memutuskan untuk mendobrak pintu depan toko pracangan tersebut dan segera mengeluarkan beberapa tabung gas LPG melon.
Baca Juga :Ada 69 Desa di Trenggalek Terdampak Kekeringan, Berpotensi Masih Terus Meluas
Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Damkar Tulungagung sembari melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya.
“Lokasi toko pracangan yang terbakar ini memang bertempat pada kawasan padat penduduk, sehingga warga setempat panik jika api sudah membesar dan merembet ke rumah warga lainnya,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan itu, jelaa Artista, petugas Damkar Tulungagung segera menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) dengan membawa dua mobil damkar dan dua truk tangki suplai air.
Baca Juga :Izin Tinggal Overstay, Kantor Imigrasi Kediri Kediri Deportasi WNA Belanda
Setibanya di TKK, petugas lantas mengambil alih proses pemadaman tersebut, dimana proses pemadaman memakan waktu 15 menit.
Setelah api benar-benar berhasil dipadamkan, petugas memeriksa dan menemukan api berasal dari kipas angin yang berada di kamar depan.
Kipas angin tersebut dibiarkan menyala, dan rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, diduga kuat api disebabkan karena Korsleting listrik.
Baca Juga :Satsamapta Polres Jombang Gagalkan Pengiriman 22 Juriken Tuak Asal Tuban
“Beruntung yang terbakar hanya kamar depan serta beberapa isinya mulai dari kasur dan pakaian milik korban. Kejadian ini menyebabkan kerugian mencapai Rp 3 juta,” pungkasnya.
Atas peristiwa ini, Damkar Tulungagung mengimbau agar masyarakat memastikan seluruh perangkat elektronik di rumahnya dalam kondisi mati saat hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Bahkan bila perlu, kabel peralatan elektronik itu dilepas dari stop kontak agar tidak terjadi kejadian serupa.



















