Madiun, SEJAHTERA.CO – Salah satu warga Kelurahan Taman, Kota Madiun memperoleh prestasi yang membanggakan pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 yang digelar di Solo.
Baca Juga :Toko Pracangan di Tulungagung Nyaris Ludes Terbakar, Penyebabnya Kipas Angin Masih Menyala
Nama Pipit Dwichandra Sari berhasil menjadi juara kedua atau medali perak pada cabang olahraga Boccia mix double BC 1.
Boccia adalah olahraga Paralimpiade untuk orang-orang dengan gangguan motorik di mana tujuannya adalah melempar bola biru atau merah sedekat mungkin dengan bola putih. Olahraga ini mulanya diperuntukkan bagi penderita cerebral palsy (kelumpuhan otak besar).
Baca Juga :Tol Kediri – Tulungagung dan Akses ke Bandara Dhoho Diperkirakan Selesai Akhir Tahun 2025
Dengan prestasi yang membanggakan ini pun, pihak Kelurahan Taman, memberikan apresiasi serta penghargaan kepada Pipit, yang merupakan salah satu warganya di kantor Kelurahan Taman, Jumat (18/10/2024) sore.
Lurah Taman, Dewi Ratna mengatakan, pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi pihak Kelurahan kepada saudara Pipit karena telah membuat bangga Kota Madiun.
“Kedepan kami sudah merencanakan dengan tokoh masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada warga yang telah berprestasi agar kelak bisa menjadi pemacu ataupun semangat untuk lebih berprestasi,” ujarnya.
Baca Juga :Istri Minggat ke Rumah Anak, Warga Sawentar Blitar Pilih Gantung Diri
Sementara itu, Aminah, Ibu dari Pipit mengaku bersyukur dan bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh anaknya. Namun ia mengeluhkan tidak adanya fasilitas ataupun tempat latihan di Kota Madiun.
“Tentunya bangga atas pencapaian ini, namun sangat disayangkan mengenai fasilitas latian di Kota Madiun belum ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, anaknya saat ini latihan hanya di ruang tamu rumahnya dengan bola rakitan sendiri yang diisi pasir dikemas lalu diisolasi.
Baca Juga :Genjot Pembayaran Pajak, Pemkab Ponorogo Hapus Denda Tunggakan Pajak Daerah
Menurutnya, hal ini dikarenakan alat untuk menunjang olahraga tersebut bisa dibilang cukup mahal. Bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
“Tentunya harapannya ke depan bisa berkelanjutan dan bisa lebih berprestasi dari sebelumnya,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut Pipit Dwichandra Sari mengaku senang atas prestasi ini. Ia menambahkan sempat mengikuti 2 kategori yakni single dan mix double.
Baca Juga :Tambak Udang Seluas 9,5 Hektare di Trenggalek Disegel Satpol PP, ini Alasannya
Namun, sayang pada kategori single dia terhenti di babak 8 besar. Berbeda dengan kategori mix double, ia berhasil meraih juara 2.
“Saya ingin lebih berprestasi lagi dengan menjadi juara pada kejuaraan asia nanti,” tandasnya.



















